Dua perahu naga hadiah kota Tanjung Pinang tersebut dinamai 'Gurindam' dan 'Pantun' dan dipakai untuk kejuaraan yang digelar di sungai Vlatava Praha tersebut," Korfungsi Pensosbud KBRI Praha Azis Nurwahyudi kepada detikcom, Senin (14/9/2009) petang, waktu Eropa Tengah.
Kejuaraan yang terbagi dalam kategori Tanjung Pinang Cup (pendayung profesional dan amatir), Agilda Cup (profesional), dan Corporate Cup (amatir) itu berlangsung pada Sabtu-Minggu (11-12/9/2009) dan diikuti oleh 22 tim dari 3 negara, yakni Ceko, Jerman, dan Indonesia. Indonesia menurunkan satu tim beranggota 19 orang di bawah komando Made Ramadhani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua panitia penyelenggara Martin Konecny menyatakan kegembiraannya karena kehadiran perahu 'Gurindam' dan 'Pantun' dari Tanjung Pinang, Indonesia, telah melahirkan varian baru dan memperkaya kejuaraan Prague Dragon Boat Race yang telah berumur 11 tahun itu.
Asal-usul
Dua perahu naga hadiah dari Tanjung Pinang itu dimaksudkan sebagai tanda persahabatan dari kota Tanjung Pinang kepada warga Ceko, menyusul partisipasi Prague Dragon Boat Club dalam kejuaraan yang sama di Tanjung Pinang sejak 2008 lalu.
"Walikota Tanjung Pinang, Hj. Suryatati Manan, lalu mengambil inisiatif untuk menyumbangkan dua perahu tersebut," terang Azis.
Para peserta yang baru pertama mencoba perahu naga โGurindamโ yakni tim dayung professional Kung Kar dari Ceko, menyampaikan bahwa mendayung perahu naga ini terasa lebih berat dan melelahkan dikarenakan struktur perahu yang tidak menggunakan kursi.
Para pendayung benar-benar harus pandai memposisikan dirinya sehingga kekompakan terus terjaga sepanjang perlombaan.
Kejuaraan Prague Dragon Boat Race 2009 dimeriahkan berbagai atraksi menarik seperti Barongsai, Kung Fu, tarian India dan Indonesia diwakili oleh para penari dari Yayasan Kintari yang menampilkan tari Bajidor Kahot dan Merak.
(es/es)










































