Panglima TNI: Pembeli & Alat Transport Akan Diawasi

Kasus Pindad

Panglima TNI: Pembeli & Alat Transport Akan Diawasi

- detikNews
Senin, 14 Sep 2009 20:42 WIB
Panglima TNI: Pembeli & Alat Transport Akan Diawasi
Jakarta - Mencuatnya kasus senjata Pindad membuat pemerintah lebih berhati-hati dalam penjualan senjata ke luar negeri. Nantinya pembeli dan alat transport pengangkut yang digunakan dalam mengangkut senjata akan diawasi ketat.

"Saya mengacu ke Menko Polhukam nanti ke depan Dephan akan memantau pembelian dari siapa dan alat trasport juga harus diawasi. Pembeli dan alat transport harus diawasi dari awal," kata Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso di Gedung DPR di sela-sela pemba, Senin (14/9/2009).

Panglima juga menegaskan bila, Filipina menyatakan itu ilegal, yuridiksi Indonesia tetap menyatakan pembelian senjata itu legal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kriminal menurut UU mereka. Pindad sudah melakukan transaksi legal, ketika itu kebetulan saja kapal lewat, harusnya dibongkar di Mali tapi malah di Manila," tambahnya.

Bagaimana dengan senjata Pindad yang disebutkan mirip dengan senjata Israel? "Senjata Israel tidak ada, yang ada kita itu dari Belgia itu SNC, itu yang dikembangkan menjadi SS-1 dan SS-2, bentuknya hampir sama. Tapi kita tidak ada yang meniru dari Israel," tutupnya.

(amd/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini