Hubungan Memanas, Generasi Muda RI-Malaysia Prihatin

Hubungan Memanas, Generasi Muda RI-Malaysia Prihatin

- detikNews
Senin, 14 Sep 2009 19:08 WIB
Kualalumpur - Hubungan Indonesia-Malaysia yang memanas dalam beberapa bulan terakhir memancing emosional persatuan beberapa generasi muda kedua negara. Sejumlah tokoh muda Indonesia-Malaysia menyatakan sikap kepritahinan atas persoalan-persoalan yang mengganggu hubungan kedua negara.

Deputi Sekjen Lembaga Persahabatan Indonesia-Malaysia, Chairul Anhar mengatakan, pemerintah Indonesia dan Malaysia harus segera mengambil langkah-langkah cepat dalam menyelesaikan ketegangan dalam hubungan kedua negara beberapa bulan terakhir ini.

"Kalau tidak segera ditangani oleh pemerintah dua negara serta NGO (Non-Gevermental Organization) dua negara, maka isu-isu ini memang ibarat virus yang akan menghancurkan dan mengadu domba dua negara serumpun," kata Chairul dalam jumpa pers bersama beberapa NGO Indonesia dan Malaysia di Hotel Saujana, Kuala Lumpur, Senin (14/9/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan, kawan-kawan NGO dari Indonesia dan Malaysia sangat menyadari bahwa sebagai negara serumpun tentu kadang-kadang muncul pertikaian-pertikaian sosial, ekonomi, kebudayaan, kemasyarakatan, dan juga batas-batas negara yang belum tuntas diperbincangkan oleh kedua pemerintahan.

"Kami sebagai NGO dari kalangan muda dua negara ini menghimbau kepada seluruh komponen bangsa di Malaysia dan di Indonesia, marilah jadikan pertikaian ini untuk kita ambil hikmahnya sebagai rahmat agar lebih dekat lagi membincangkan permasalahan yang ada hari ini dan masa depan dua bangsa serumpun ini," cetusnya.

Lebih lanjut Chairul menyakini, rakyat Indonesia dan Malaysia yang sudah terikat dengan sejarah panjang dalam bingkai 'Nusantara' tidak akan mudah terpecah belah oleh segelintir rakyar yang emosional.

Direktur Yayasan Generasi Baru Nusantara, Mohamad Ezam Mohd Nor menambahkan, ketegangan hubungan Indonesia-Malaysia yang muncul belakangan boleh jadi disebabkan adanya kepentingan pihak ketiga yang tidak menginginkan hubungan baik terjalin antara Indonesia. Kepentingan itu bisa bersifat politik ataupun ekonomi.

"Kami memang tidak punya alat yang dapat memastikan adanya pihak ketiga tersebut. Tapi kami melihat ada indikasi itu. Karena itu kami meminta kepada pemerintah kedua negara untuk melakukan kajian lebih lanjut mengenai kemungkinan tersebut," kata Ezam

Salah satu indikasinya menurut dia, meningkatnya hubungan sosial dan ekonomi Indonesia-Malaysia secara signifikan dalam 2 tahun terakhir. "Boleh jadi ada pihak yang tidak suka dengan hubungan ini," tuturnya.

Hal senada juga dikatakn Direktur Eksekutif Yayasan Generasi Baru Nusantara, Imam Nur Azis. Menurutnya, generasi muda dari pelbagai organisasi non-pemerintah (NGO) di Indonesia dan Malaysia sangat prihatin terhadap rentetan dan akumulasi isu-isu yang sedang terjadi sejak belakangan ini.

"Kami percaya situasi saat ini yang sedang terjadi dapat membuka ruang yang justru dapat menumbuhkan reaksi dan perspektif negatif di kalangan generasi muda kedua negara, yang hal tersebut sangat tidak menguntungkan kedua negara dan juga masyarakat umum," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dideklarasikan pembentukan Indonesia-Malaysia Strategic Center (IMSC). IMSC adalah gabungan beberapa NGO dari Indonesia dan Malaysia, antara lain Indonesia Strategic Center
(ISC), Yayasan Generasi Baru Nusantara, Center for Indonesia Reform (CIR), dan Lembaga Persahabatan
Indonesia-Malaysia, Chairul Anhar.

Mereka yang juga ikut hadir adalah Sekjen Indonesia Strategic Center (ISC), Bagus Satriyanto; Direktur Yayasan Generasi Baru Nusantara, Mohamad Ezam Mohd Nor; Direktur Eksekutif Center for Indonesia Reform (CIR), Sapto Waluyo; Penasehat Ikatan Alumni Universitas Indonesia, Yon Machmudi; dan Ketua Eksekutif Indonesia-Malaysia Strategic Center, Ismail H Awab.

Dengan dibentuknya IMSC , menurut Imam, dapat memastikan generasi muda kedua negara akan dapat bersatu dan menjadi penggerak ekonomi serta pemersatu kebudayaan demi kesinambungan dan survival masyarakat di kawasan.

"Karena IMSC bertujuan membentuk paradigma yang bersifat serantau (regional) pada golongan generasi muda kedua negara," kata Imam.

(rmd/ken)


Berita Terkait