Curhat susno_duadji Menyebar di Milis dan Blog

Curhat susno_duadji Menyebar di Milis dan Blog

- detikNews
Senin, 14 Sep 2009 14:55 WIB
Curhat susno_duadji Menyebar di Milis dan Blog
Jakarta - Akhir pekan lalu Komjen Susno Duadji mengirim SMS dan e-mail kepada media massa untuk mengklirkan namanya yang disangkutpautkan dengan kasus Bank Century. Pekan ini, curhat yang mengatasnamakan Susno Duadji merebak di milis dan blog.

Curhat itu bersumber dari milis Keluarga Besar Polri (KBP), yang kemudian diposting ke milis kelompok lain maupun di blog. Pengirim email menggunakan alamat susno_duadji@yahoo.com. Alamat email ini juga digunakan saat Susno mengirim e-mail ke media massa akhir pekan lalu.

Dalam curhat yang cukup panjang dan sesekali ditulis dengan akronim dan huruf kapital itu, orang yang menggunakan nama Susno itu membenarkan kalau inisial SD yang disebut-sebut media adalah benar dirinya.

"Kaitannya dengan tuduhan suap Rp 10 miliar dalam menangani kasus Bank Century ini adalah fitnah yang sungguh menyakitkan," demikian isi yang tertulis.

Yang benar, menurutnya, adalah dengan susah payah Bareskrim melacak untuk menemukan dan menyelamatkan aset hasil kejahatan Bank Century baik di dalam dan luar negeri, hasilnya sungguh menakjubkan dari kerugian Bank Century Rp 6,7 triliun berhasil ditemukan setara Rp 13 triliun di luar negeri dan Rp 900-an miliar di dalam negeri.

Orang yang mengaku Susno itu juga membenarkan kalau dirinya memang ikut campur tangan dalam pencairan rekening nasabah Bank Century.

"Itu benar sekali karena kasus Bank Century ditangani oleh Tim SKB gabungan beberapa instansi terkait termasuk untuk meneliti dan melacak rekening dan aliran dana (BI, Polri, PPATK, LPS, Century baru)," ungkapnya.

Hasilnya, rekening yang diduga aliran uang haram para pelaku langsung dibekukan dan disita. Rekening yang jelas dan bersih langsung bisa beraktivitas kembali. Ada beberapa rekening besar yang tidak mampu dibayar oleh Century walau sudah diklarifikasi.

"Saya curiga padahal dana LPS sudah digrujug melebihi perkiraan. Pemilik dana putus asa, marah dan lapor ke Bareskrim, BI, Menkeu, dan LPS. Manajemen Century ketakutan dan minta untuk jangan diproses takut bank akan rush karena kehilangan TRUST/kepercayaan," tulisnya.

Permainkan KPK

Curhat lalu beralih ke masalah penyadapan telepon seluler KPK terhadap dirinya dan sejumlah petinggi Polri hingga Kapolri dan Wakapolri. Dengan adanya penyadapan itu, dia sengaja berbicara seolah-olah akan terjadi serah terima uang suap.

"Sejak telepon disadap, saya gunakan kesempatan ini untuk mempermainkan pimpinan KPK dengan cara berbicara seolah-olah akan terjadi serah terima uang suap pada saya, pancingan dan jebakan dilakukan 3x," tuturnya.

Dia juga menyatakan sejak kepemimpin generasi kedua, KPK banyak sekali melakukan penyalahgunaan wewenang, tebang pilih, menghukum yang kecil, membebaskan yang besar, berlindung di balik pujian dan pembelaan LSM.

Menurutnya, beberapa contoh kasus besar yang diproses KPK raib tak jelas ujung pangkalnya. Ditelan oleh kejutan KPK menangkap anggota DPR atau mantan pejabat.

"Jarang kita dengar swasta yang jadi tersangka kecuali Anggoro yang berani melakukan perlawanan karena merasa benar. Dia berani! Pernahkah kita punya catatan tentang kasus Sinar Mas senilai Rp 1,5 triliun? RNI juga Rp x triliun? Joko Chandra yang dicabut cekalnya oleh KPK, dan lain-lain," katanya.

Pada poin 15, orang yang memakai nama Susno menulis "Masih tergores luka di hati saya melihat mantan Kapolri Rusdihardjo dizolimi KPK, waktu itu saya masih di luar Polri. Sekarang KPK coba mau menzolimi istri mantan wakil Polri dan seorang pejabat BPK pensiunan pati Polri," ujarnya.

Dia juga menegaskan tindakan dirinya selama ini bukan untuk memerangi KPK. "Saya sangat mencintai KPK. Karena secara moral dan history, saya punya keterikatan dengan KPK sebagai berikut saya adalah seorang tim perancang UU tentang KPK, saya tidak rela kalau KPK dinodai oleh perbuatan kesewenang-wenangan dan penyalahgunaan wewenang oleh segelintir oknum di KPK."Susno belum bisa dikonfirmasi soal kebenaran curhat tersebut. Pesan singkat maupun e-mail yang dikirimkan tidak juga dibalas hingga kini.

Sedangkan Jacky Mardono Tjokrodiredjo yang disebut "Susno" sebagai senior dan Lurah KBP, saat ditanya tentang keaslian posting menyatakan, "Tunggu saja jawaban Pak Susno, semoga beliau berkenan menjawab." (gus/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads