Istilah Godzila Tunjukkan Kecemburuan Antar Lembaga

Istilah Godzila Tunjukkan Kecemburuan Antar Lembaga

- detikNews
Senin, 14 Sep 2009 13:53 WIB
Istilah Godzila Tunjukkan Kecemburuan Antar Lembaga
Jakarta - Pernyataan Jaksa Agung Hendarman Supandji mengenai bergabungnya Polri dan Kejagung menjadi Godzila, bukan buaya lagi menuai banyak kritik. Salah seorang anggota Komisi III DPR menilai pernyataan itu merupakan kecemburuan antar lembaga.

"Saya pikir ini masalah kecemburuan sosial antar lembaga. Seperti kita ketahui nama KPK sangat terkenal sebagai pemberantas korupsi, Kejagung menganggapnya sebagai saingan karena selama ini penghargaan masyarakat lebih kepada KPK, bukan Kejagung dan Polri," ujar anggota Komisi III DPR dari FPDIP, Eva Kusuma Sundari kepada detikcom, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2009).

Eva sangat menyayangkan munculnya perseteruan antar lembaga penegak hukum. Seharusnya lembaga-lembaga tersebut akur bukannya saling menyerang. Yang harus diutamakan adalah reformasi birokrasi, bukannya saling menjelek-jelekan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gertakan seperti ini adalah untuk menutupi jeleknya kinerja, merasa Godzila lebih baik dari cicak dan buaya," tutur dia.

Menurut Eva, rakyat justru semakin ditipu. Baik KPK, Polri maupun Kejagung seharusnya menjadi lembaga yang melayani masyarakat, bukan malah membuat lelucon seperti ini.

Seharusnya, kata Eva, lembaga-lembaga tersebut lebih berkonsentrasi pada peningkatan mutu dan kinerja. Persaingan keduanya bisa dilakukan dalam penanganan kasus dan pemberantasan korupsi.

"Bukan dengan istilah simbol hewan seperti," tandasnya.

(nvc/iy)


Berita Terkait