"Saya pikir ini masalah kecemburuan sosial antar lembaga. Seperti kita ketahui nama KPK sangat terkenal sebagai pemberantas korupsi, Kejagung menganggapnya sebagai saingan karena selama ini penghargaan masyarakat lebih kepada KPK, bukan Kejagung dan Polri," ujar anggota Komisi III DPR dari FPDIP, Eva Kusuma Sundari kepada detikcom, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2009).
Eva sangat menyayangkan munculnya perseteruan antar lembaga penegak hukum. Seharusnya lembaga-lembaga tersebut akur bukannya saling menyerang. Yang harus diutamakan adalah reformasi birokrasi, bukannya saling menjelek-jelekan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Eva, rakyat justru semakin ditipu. Baik KPK, Polri maupun Kejagung seharusnya menjadi lembaga yang melayani masyarakat, bukan malah membuat lelucon seperti ini.
Seharusnya, kata Eva, lembaga-lembaga tersebut lebih berkonsentrasi pada peningkatan mutu dan kinerja. Persaingan keduanya bisa dilakukan dalam penanganan kasus dan pemberantasan korupsi.
"Bukan dengan istilah simbol hewan seperti," tandasnya.
(nvc/iy)










































