"Mengapa giliran di Munas Golkar, kok PLN pusat sibuk menyediakan genset. Masyarakat Riau sudah bertahun-tahun merasakan pemadaman bergilir, tapi PLN tetap cuek saja. Mestinya PLN memikirkan kepentingan rakyat, bukan kepentingan sesaat di Munas Golkar," kata Direktur YLKI Riau, Sukardi
dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (14/09/2009) di Pekanbaru.
Menurut Sukardi, sikap PLN ini menunjukan perusahaan negara itu telah melakukan diskriminasi. Seharusnya PLN lebih mementingkan kepentingan orang banyak ketimbang segelintir orang saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sukardi menegaskan, kehadiran Presiden SBY dan Wapres Jusuf Kalla juga tidak bisa dijadikan alasan bagi PLN. Menurut Sukardi, tindakan PLN tersebut telah mengusik rasa keadilan rakyat.
"Biarkan saja, saat presiden datang tiba-tiba terjadi pemadaman listrik. Dengan demikian pemimpin bangsa negara itu tau kondisi Riau yang sebenarnya. Presiden itu juga harus juga merasakan apa yang dirasakan rakyatnya," kata Sukardi.
Rencana penyediaan genset untuk Munas Golkar ini disampaikan Direktur PLN Luar Jawa Bali, Murtaqi Syamsudin, saat berkunjung ke Pekanbaru. Menurutnya, PLN akan menyediakan mobil genset dari Jawa Bali dengan kapasitas 2,6 Mega Watt. Sedangan dari Sumut akan disediakan mobil genset berkapasitas 8 MW.
(cha/djo)











































