Seperti dilansir news.com.au, Minggu (13/9/2009), bom tersebut terdeteksi setelah petugas kepolisian melakukan penyisiran terhadap beberapa orang di kawasan Khadimiya, Irak.
Para petugas melihat ada sesuatu yang mencurigakan dalam kitab tersebut. Bunyi dering detonator terdengar saat dilakukan pemindaian.
"Ada 500 gram bahan peledak berkekuatan tinggi, dan ratusan bola-bola kecil untuk menambah efek buruk ledakan," kata Mayor Jenderal Jihal al Jabiri, kepala kementerian dalam negeri Irak.
Wilayah Khadimiya adalah daerah empuk bagi para kaum Sunni untuk menyerang kaum Syiah. Sedikitnya ada 60 orang yang tewas di kawasan tersebut akibat bom bunuh diri.
Perang saudara di Irak hingga kini belum juga dapat diatasi. Meski pemerintah Irak dan Amerika Serikat sudah melakukan upaya mendamaikan keduanya, aksi kekerasan tetap terjadi.
(mad/her)











































