Dalam rilis yang diterima detikcom, acara tersebut tetap dilanjutkan dengan penyampaian visi misi meski tokoh seperti Said Aqil Siradj, KH. Ahmad Bagdja dan Slamet Effendy Yusuf tidak hadir.
“Dulu tantangan NU hanya ke atas yakni pada kekuasaan rezim Orba dan ada kesulitan berhadapan dengan Orba, karena Orba tidak menghendaki kekuatan baru diluar dirinya. Kini, yang dihadapi NU bukan hanya kekuasaan,” ujar Masdar ketika menyampaikan visi-misi di Jl Jeruk No 6 Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (13/9/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jadi, NU kini dalam kondisi sangat memperihatinkan dan inilah yang harus menjadi perhatian serius NU yang harus dijernihkan melalui Muktamar NU mendatang,” pungkas Masdar.
Dalam acara tersebut juga dihadiri oleh mantan Ketua Umum PB PMII Ali Masykur Musa, Ketua Umum PB IKA PMII Arief Mudastir Mandan, Sekjen PB IKA PMII A Effendy Choirie, Isa Muchsin dan warga NU lainnya. (her/mad)











































