Pantauan detikcom di kantor Indonesia Corruption Watch (ICW) di Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (13/9/2009), sejumlah pegiat antikorupsi dengan memakai kostum binatang seperti gorila, harimau, kelinci, beruang dan lainnya melakukan aksi parodi mengenai terancamnya Pengadilan Tipikor dan KPK.
"Korupsi juga berdampak pada binatang, mempengaruhi kepunahan binatang. Akibat korupsi, kebun bintang tidak terurus. Kami para penghuni kebun binatang merasa KPK dan pengadilan Tipikor berdampak positif pada pemberantasan korupsi di Indonesia," ujar Emerson Yuntho, pengurus ICW, yang memakai kostum gorila.
Para 'binatang' ini yakin bila pelemahan pada Pengadilan Tipikor dan KPK merupakan perlawanan para koruptor melalui jalur regulasi. "Kewenangan KPK juga sudah dipangkas oleh oknum-oknum dengan alasan tidak masuk akal," jelas Febri Diansyah dari ICW, yang memakai kostum kelinci.
'Binatang-binatang' ini juga menunjukkan keheranannya pada politisi, Kejagung, dan pihak kepolisian yang justru dinilai melemahkan KPK dan Pengadilan Tipikor.
"Maka kami Dewan Perwakilan Binatang menyatakan memberikan penguatan dukungan penuh pada eksistensi KPK dan Pengadilan Tipikor, dan meminta DPR menghentikan poses pembahasan Pengadilan Tipikor dan Presiden membuat Perpu," jelas sang kelinci.
Mereka juga siap pasang badan melawan pernyataan Jaksa Agung Hendarman Supandji mengenai perumpamaan Polri dan Kejagung sebagai Godzila. "Kami juga akan melawan upaya Godzila untuk melemahkan KPK," tutup sang beruang.
(ndr/nrl)











































