Tak Perlu Ada Dikotomi Profesional-Partai dalam Komposisi Kabinet

Tak Perlu Ada Dikotomi Profesional-Partai dalam Komposisi Kabinet

- detikNews
Minggu, 13 Sep 2009 10:48 WIB
Tak Perlu Ada Dikotomi Profesional-Partai dalam Komposisi Kabinet
Jakarta - Komposisi kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendatang akan diisi kalangan profesional dan kader partai. Namun begitu tidak perlu ada dikotomi profesional dan partai.

"Tidak perlu ada dikotomi profesional dan partai," ujar Ketua DPP PPP Arif Mudatsir Mandan saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, Sabtu (12/9/2009) malam.

Dikotomi profesional dan partai, menurut Arif, tidaklah tepat, sebab pada kenyataannya banyak kalangan profesional yang berada di partai.

"Misalnya Dradjad (Wibowo) dan Didik (Rachbini) dari PAN. Secara track record kinerja dan latar belakang keilmuannya sangat kompeten di bidang ekonomi. Tapi toh dia orang partai," ujar Arif memberikan contoh.

Menurut Arif, untuk menentukan apakah seseorang profesional dalam bidangnya cukuplah dilihat dari tiga hal. Yaitu latar belakang keilmuan, track record kinerja, dan kualitasnya. Dari tiga indikator itu saja bisa dilihat apakah seseorang sangat kompeten dan profesional untuk menjadi menteri.

"Itu saja ukuran profesionalismenya. Dan bukannya dia bukan orang partai atau bukan," ujar wakil ketua Komisi I ini.

Soal anggapan bahwa menteri dari parpol akan menjadikan kementerian yang dipimpinnya sebagai ATM partai, Arif membantah keras anggapan itu. Menurutnya anggapan itu salah. Sebab potensi untuk melakukan hal itu bisa dilakukan semua orang, dan bukan hanya oleh menteri dari parpol saja.

(Rez/nrl)


Berita Terkait