"Kita tidak bisa berkompromi terhadap hak warga Iran yang tidak bisa dicabut," kata Mottaki dalam jumpa pers, seperti dilansir Reuters, Sabtu (12/9/2009).
Rabu 9 September lalu Iran menyerahkan proposal setebal 5 halaman kepada negara-negara besar, termasuk AS. Dalam proposal itu, Tehran berniat untuk mendiskusikan pembatasan nulkir secara global, sebagaimana isu yang sedang marak di dunia internasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendengar pernyataan Iran yang menolak membicarakan perbedaan pandangan soal nuklir, Washington tetap akan menunggu pertemuan dan mengetes keinginan Iran untuk terlibat.
Washingtong akan "membawa isu nuklir dan kita akan lihat bagaimana respon Iran atasnya," kata juru bicara P.J. Crowley kepada pers.
(lrn/lrn)











































