Hindari Pembiusan di Cengkareng, Tolak Minuman Gratis Berwarna!

Hindari Pembiusan di Cengkareng, Tolak Minuman Gratis Berwarna!

- detikNews
Sabtu, 12 Sep 2009 12:06 WIB
Jakarta - Aksi pembiusan dan hipnosis di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng mulai terjadi selama bulan Ramadan. Calon penumpang pesawat diminta hati-hati dan waspada terhadap sejumlah orang yang menawarkan minuman gratis berwarna.

"Disarankan pada saat jalan, bawa minuman sendiri. Tolak kalau ada yang memberi minuman. Nggak aku sudah punya. Katakan seperti itu," kata pakar pikiran bawah sadar Mardigu kepada detikcom, Sabtu (12/9/2009).

Mardigu mengatakan, pelaku pembiusan memang menggunakan teknik dalam psikologi pada saat memberikan minuman tersebut. Secara psikologis, geografis, dan antropologis, orang Indonesia memang jarang menolak pemberian orang secara cuma-cuma. Hal inilah yang dimanfaatkan pelaku.

"Memang ya saat puasa seperti ini kita sudah lelah. Makanya usahakan bawa minuman sendiri saat berbuka," tegasnya.

Menurut Mardigu, ciri-ciri minuman yang diberi obat bius, yakni berwarna dan beraroma. Untuk meghilangkan aromanya yang menyengat, pelaku akan mencampur obat bius itu dengan kopi misalnya.

"Pasti berwarna. Dicampur supaya hilang baunya. Bisa dengan kopi dan sebagainya," jelasnya.

Minuman itu, lanjut Mardigu, akan membuat kepala keliyengan hingga tidak sadarkan diri jika sudah diminum kurang lebih 250 mililiter. Obat bius sejenis racun. Jika diminum akan keluar busa dari mulut.

"Pertama pusing dulu seperti keliyengan. Lalu tak sadarkan diri sekitar 2-3 jam. Pas sadar juga masih pusing," ungkapnya.

Obat bius dengan gampang didapatkan di seluruh apotek. Penggunaannya pun sangatlah gampang hingga semua orang bisa menggunakannya dengan cepat. Pembiusan jenis ini juga memang sudah lama dilakukan oleh pelaku-pelaku kejahatan.

"Sudah lama model seperti ini. Karena memang gampang bahan kimianya didapat. Dosisnya memang nggak besar," imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pengamanan Bandara Soekarno-Hatta, Roch Agus menyatakan sudah mengantisipasi tindak kejahatan pembiusan ini. Sejumlah CCTV, intel disebarkan, pengamanan tertutup, petugas berpakaian preman yang mengawasi orang-orang yang dicurigai.

(gus/asy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini