"Evakuasi sudah selesai dan malam ini tiba kembali di Lanal Tarakan, kata Danlanal Tarakan Letkol Laut (P) Bambawan Irwanto ketika dihubungi detikcom, Jumat (11/9/2009).
Seluruh potongan bagian Pesawat Nomad diangkut dengan menggunakan Kapal LCT (Landing Craft Tank) yang sehari sebelum telah didatangkan dari Tarakan. Proses evakuasi dipimpin oleh Mayor Laut (P) Sisyani bersama 8 orang anggotanya didamping personel Lanal Tarakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penuntasan evakuasi ini lebih cepat dari target semula hari Sabtu, 12 September besok. Sesuai jadwal, setelah seluruh bangkai Nomad berhasil dievakuasi, selanjutnya akan dibawa ke Pangkalan Udara TNI AL di Surabaya, Jawa Timur.
"Mengenai kapan dibawa ke Surabaya, tim salvage yang memutuskannya," pungkas Irwanto.
3 Kru Dipulangkan
Sementara itu, 3 kru Nomad dan seorang warga sipil yang sebelumnya dirawat di RS TNI AL Tarakan Kaltim telah dipulangkan. Ketiga kru Nomad itu adalah Pilot Lettu Laut (P) Erwin, Kopilot Lettu Laut (P) Syaiful, dan teknisi Serma Shadikin.
"Kondisinya sudah semakin pulih dan dapat dengan lancar berkomunikasi," kata Irwanto.
Tiga kru Nomad dan seorang warga sipil tersebut dipulangkan ke Surabaya setelah dirawat selama 4 hari sejak insiden 7 September lalu. Sedangkan 1 orang warga sipil, Muhaimin, dipulangkan ke Banjarmasin.
"Tergantung dari tim medis yang mendampingi korban, apakah harus dirawat lagi di rumah sakit di Surabaya dan Banjarmasin atau tidak. Tapi kemungkinan hanya rawat jalan," ujar Irwanto.
Insiden kecelakaan Nomad P 837 ini telah menewaskan 5 orang warga sipil. Mereka adalah Yakob Kayan (26), Muslimin, Sri Hardi (33), Fikri, dan Muhib. Seluruhnya merupakan warga asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) (sho/sho)











































