Pemuda UMNO Serukan RI-Malaysia Pertahankan Hubungan Istimewa

Pemuda UMNO Serukan RI-Malaysia Pertahankan Hubungan Istimewa

- detikNews
Jumat, 11 Sep 2009 17:27 WIB
Pemuda UMNO Serukan RI-Malaysia Pertahankan Hubungan Istimewa
Kualalumpur - Hubungan Indonesia-Malaysia kembali memanas menyusul sejumlah munculnya isu sensitif di antara kedua negara dalam beberapa bulan terakhir. Pergerakan Pemuda UMNO (United Malaysia National Organisation) Malaysia menyerukan pemimpin dan masyarakat kedua negara untuk tetap menjaga hubungan baik yang sudah terjalin lama.

"Pergerakan Pemuda UMNO Malaysia (PPUM) yang konsisten dalam upaya memastikan 'hubungan istimewa' kedua negara bertahan baik, memandang serius ketegangan yang terjadi kini. Hubungan istimewa kedua negara telah terjalin sejak lama berdasarkan persamaan asal budaya dan peradaban harus terus diperkuatkan," ujar Biro Internasional Pergerakan Pemuda UMNO Malaysia, Datuk Ahmad Zaki Zahid.

Hal itu dikatakannya melalui pernyataan sikap yang disampaikan kepada KBRI Kuala Lumpur.Β  Sekitar 10 pengurus Pergerakan Pemuda UMNO Malaysia mendatangi Kedutaan Besar di Jalan Tun Razak, Kuala Lumpur, Jumat (11/9/2009) pukul 16.00 WIB waktu setempat. Dua orang perwakilan mereka diterima oleh Minister Consellor Pensosbud KBRI Kuala Lumpur Widyarka Ryananta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ahmad, Indonesia dan Malaysia memiliki peranan penting dalam memacu kemakmuran sosial, politik dan ekonomi di kawasan Asia Tenggara. Hubungan kedua negara, lanjut dia, harus ditingkatkan bukan saja dalam kemajuan ekonomi, tetapi dalam meningkatkan kemajuan sosial dan penghayatan budaya.

Ahmad mengatakan, Pemuda UMNO meminta Pemerintah Indonesia perlu mengambil tindakan tegas terhadap pihak manapun yang terus-terusan memperkeruh hubungan Indonesia-Malaysia.

"Pihak pemerintah harus bertindak tulus dan efektif dalam meredakan perselisihan dan menumpas provokasi dari pihak-pihak tertentu," katanya.

Ahmad juga mengatakan, Pemuda UMNO meminta media Indonesia harus berhenti 'mensensasikan' isu-isu yang dapat memperkeruh hubungan Indonesia-Malaysia dan memberitakan secara objektif.

"Pihak media harus lebih bertnggung jawab dan berhenti memprovokasi emosi dan pemikiran warga Indonesia dan memperburuk citra masyarakat Malaysia," kata Ahmad.

Selain itu, Ahmad juga mengatakan, perlunya pemimpin kedua negara untuk meningkatkan pertemuan dua arah melalui forum dan dialog terbuka bukan saja di tingkat tertinggi dan diplomatik, tapi juga pemimpin masyarakat dalam partai politik, NGO, kalangan bisnis, tokoh intelektual, dan geakan mahasiswa.

Minister Consellor Pensosbud KBRI Kuala Lumpur Widyarka Ryananta mengatakan, pihak KBRI Kuala Lumpur akan meneruskan tuntutan Pergerakan Pemuda UMNO ke Pemerintah Indonesia di Jakarta.

"Terkait harapan-harapan Pemuda UMNO seperti permintaan tegas, Pemerintah Indonesia telah menyatakan bahwa aksi yang dilakukan sekelompok masyarakat Indonesia adalah berlebihan. Bahkan aparat sudah mengambil langkah-langkah," kata Widyarka.

Widyarka juga menegaskan agar masyarakat Malaysia dapat memahami bahwa masyarakat Indonsia memiliki sensitifitas terhadap isu-isu tertentu. "Jadi mengapa bisa terjadi? karena ini akumulasi dari kejadian-kejadian sebelumnya," cetus Widyarka.

Mengenai media Indonesia yang terkesan bebas, Widyarka menjelaskan kebebasan pers merupakan bagian dari proses demokratisasi yang sedang berlangsung di Indonesia.Β  "Meski begitu, pemerintah Indonesia akan melakukan pendekatan ke media-media," pungkasnya. (rmd/ken)


Berita Terkait