Alasan 5 anggota fraksi termasuk ketuanya Muhammad Sanusi ikut walk out karena interupsi mereka tidak digubris pimpinan dewan.
"Interupsi kami tidak dilayani. Malah langsung ditetapkan dan ketok palu," ujar Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Muhammad Sanusi di ruang Partai Gerindra, DPRD DKI, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2009).
Menurut Sanusi, awal mula anggota fraksi Gerindra melakukan walk out karena pimpinan sidang dan sekretaris dewan saat sidang tidak memberikan draf rancangan penetapan tatib. Padahal seharusnya draf itu dibagikan.
Oleh karena itu Gerindra menginterupsi pimpinan sidang dan minta dibagikan draf rancangan. Tapi walaupun akhirnya dibagikan namun tidak diulas isinya.
Gerindra pun kembali interupsi meminta untuk dibahas isi draf sebab yang merancang draf tatib 30 anggota dari 94 anggota dewan.
Namun interupsi ini tidak diindahkan pimpinan sidang. Justru pimpinan sidang mengetok palu tanda peraturan tatib DPRD DKI Jakarta periode 2009-2014 ditetapkan. Kemudian anggota fraksi Partai Gerindra melakukan walk out.
"Menurut kami ini otoriter, namanya mengebiri demokrasi. Pura-pura musyawarah tapi hasilnya sudah ditentukan," kata Sanusi.
(nik/iy)










































