"Dia memang belum pernah keluar dari Golkar. Hanya memang karena dalam sejarahnya dia ada sesuatu yang harus diklarifikasikan, ini bisa menjadi ganjalan juga buatnya," ujar Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono mengomentari pencalonan Tommy Soeharto, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (11/9/2009).
Agung juga menambahkan bahwa pengajuan seseorang sebagai calon ketua umum Golkar harus memerhatikan dua hal penting. Selain dukungan DPD-DPD, juga harus memenuhi syarat-syarat AD/ART.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun begitu, Agung mengatakan, tidak tertutup kemungkinan ada perubahan tata tertib dan persyaratan di Musyawarah Nasional (Munas) nanti terutama soal syarat sebagai calon ketua umum.
"Itu mungkin saja dan tergantung dari dinamika nanti," tutupnya.
Tommy Soeharto telah mendeklarasikan dirinya sebagai calon ketua umum Golkar pada Kamis (10/9) di Gedung Granadi, Kuningan, Jakarta. Menanggapi kasus hukum yang pernah menerpanya, Tommy berkata,"Kalau masalah hukum, sebagai negara hukum kita harus menaati hukum. Biarlah nanti DPD I dan II yang menilai apakah saya benar-benar bersalah atau itu hanya permainan politik dari hukum yang dipolitisir."
(Rez/nrl)










































