Hal itu disampaikan Kapolres Kampar, MZ Muttaqien, Jumat (11/09/2009). Menurutnya, pihaknya menerima kabar dari Polres 50 Kota, Sumbar, bahwa pemerintah setempat tengah bekerja siang dan malam untuk dapat segera memulihkan kembali badan jalan yang sempat longsor di KM 193 Kabupaten 50 Kota.
"Berdasarkan informasi yang kita peroleh sepekan menjelang lebaran jalan yang sempat terputus itu sudah bisa pulih kembali. Tapi itupun dengan catatan dalam sepekan kedepan tidak ada curah hujan yang tinggi," kata Muttaqien.
Sebab, bila masih terjadi curah hujan yang tinggi, dikhawatirkan hal itu justru akan menambah longsoran yang baru. Karena memang lintasan barat ini baik di wilayah Riau dan Sumbar sama-sama rawan longsor.
Meskipun saat ini titik longsor ada di Sumbar, namun pihak Polres Kampar tetap berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat. Sebab jalur ini menghubungkan Pekanbaru-Kampar selanjutnya ke Kabupaten 50 Kota, Sumbar. Apa lagi jalur ini merupakan jalur terpadat yang menghubungkan kedua provinsi.
"Saat ini di jalur yang longsor itu baru dapat dilalui kendaraan pribadi dan angkutan umum ukuran kecil," kata Muttaqien.
Sedangkan untuk jenis bus dan truk, sampai saat ini masih diarahkan dari Pekanbaru melalui lintas tengah yakni Kabupaten Taluk Kuantan Riau menuju Kiliran Jao, Sumbar. Hal ini membuat para pengemudi terpaksa menempuh perjalanan sedikit lebih jauh.
(cha/djo)











































