Andersen memang pendongeng tersohor. Semasa hidupnya di abad 19, lahirlah dongeng seperti Itik Buruk Rupa, Thumbelina, Gadis Korek Api dan tentu saja si Putri Duyung Kecil yang diangkat menjadi film animasi oleh Disney.
Untuk menghargai jasa Andersen, maka dibuatlah patung Putri Duyung di Copenhagen. Ide ini muncul pada 1909 dari Carl Jacobsen, anak dari pemilik perusahaan bir Carlsberg. Yang menjadi pematung adalah Edvard Eriksen dengan memakai model istrinya sendiri untuk tubuh, dan ballerina Ellen Price untuk kepalanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk yang baru pertama kali melihatnya, cukup mengejutkan juga. Meskipun patung ini menjadi maskot Copenhagen yang terkenal di dunia, ukurannya ternyata kecil. Tingginya hanya 1,25 meter dengan berat 175 kg.
Saat detikcom berkunjung Jumat (21/8/2009), turis tetap membanjir ke pelabuhan ini. Ternyata, patung Putri Duyung hanya sedikit saja menjorok ke lautan. Para turis masih bisa menjangkau patung ini dengan berdiri di tepi dermaga agar bisa berfoto dari dekat.
Meskipun ada larangan memanjat batu dan patung Putri Duyung, tapi tetap saja ada turis yang melakukannya. Memang tidak ada polisi yang menjaga maskot Copenhagen ini. Kawasan dermaga Langelinie pun secara umum memang sepi, kecuali di sekitar patung.
Itu sebabnya, patung Putri Duyung ini rawan dijahili pengunjung dan sudah berulang kali direnovasi. Sepanjang sejarah, Putri Duyung ini pernah dicat, dipotong kepala dan tangannya, sampai dipasangi jilbab.
Nah, jika anda ingin oleh-oleh bertema Putri Duyung, berbagai toko suvenir Copenhagen menyediakan aneka cinderamata mulai dari miniatur patung lengkap dengan batunya sampai T-Shirt Putri Duyung. Jangan lewatkan pula museum Hans Christian Andersen di seberang Balaikota Copenhagen.
(fay/nrl)











































