Bendera Akan Teruskan Aksi Protes Malaysia

Buntut Sweeping

Bendera Akan Teruskan Aksi Protes Malaysia

- detikNews
Jumat, 11 Sep 2009 09:19 WIB
Bendera Akan Teruskan Aksi Protes Malaysia
Jakarta - Aksi sweeping Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) pada warga Malaysia membuat pemerintah Malaysia dan Presiden SBY bereaksi. Meski demikian, Bendera akan tetap meneruskan 'garis politik'-nya.

"Terhadap pernyataan pemerintah, kita tidak akan mengubah sikap politik dan langkah perjuangan kita," ujar Koordinator Bendera, Mustar Bona Ventura, pada detikcom, Jumat (11/10/2009) pukul 08.30 WIB.

Mustar menyatakan, pihaknya akan melanjutkan aksi memprotes Malaysia hingga mendapat kepastian. "Kepastian TKI kita nggak akan dapat siksaan, pulau-pulau kita kita tidak diambil Malaysia," terangnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Persoalan yang terjadi dengan Malaysia, lanjut Mustar, bukan hanya persoalan budaya. "Ada persoalan yang lebih besar, pulau itu tanah air kita, walau 1 jengkal (diambil), kita harus marah," kata eks aktivis Forkot ini.

Mustar mengaku kecewa dengan pernyataan Presiden SBY yang dianggapnya membela pemerintah Malaysia. "Artinya itu ada ketidaktegasan dan ketidakpercayadirian kemampuan untuk melawan Malaysia," kecamnya.

Sweeping Bendera dilakukan pada Selasa 8 September di ruas Jl Diponegoro, tak jauh dari markas Bendera di eks kantor PDI. Pengguna jalan yang lewat ditanyai KTP-nya. Aksi ini membuat lalu lintas terganggu. Meski sweeping hanya 30 menit, namun berlangsung mencekam. Tak ada warga Malaysia yang ditemukan.

Pada Rabu 9 September, Menlu Malaysia memanggil Dubes Da'i Bachtiar untuk menjelaskan aksi penyisiran itu.
Β 
Pada Kamis 10 September, Presiden SBY menyatakan tindakan sweeping itu merupakan tindakan yang berlebihan dan menjurus kekerasan. Bahkan berpotensi menjadi masalah baru dan ancaman bagi WNI yang sedang beraktivitas di Malaysia. (amd/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads