Memasuki hari keempat sejak 8 September lalu, serangan kabut asap di Palembang memang mulai menurun. Meski begitu, kondisi ini tidak bisa membuat warga Palembang bernafas lega.
Bukan tidak mungkin kabut asap tiba-tiba kembali menebal, sehingga mengganggu kesehatan dan aktifitas warga.
"Aku nih sudah tiga hari ini tidak jalan pagi. Mudahan asap ini segera hilang. Jangan Lebaran Idul Fitri nanti kita sakit semua," kata Basuki (50), warga perumahan meliter Sekojo, Kalidoni, Jumat (11/09/2009).
Para pemudik yang melintasi Jalan Lintas Timur Sumatera disarankan agar berhati-hati. Kabut asap masih tetap menebal di sepanjang jalan itu, terutama di kawasan Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, dan Banyuasin.
"Ya, kami harus pelan-pelan. Kabut tebal terkadang muncul tiba-tiba," kata Amrullah (29), seorang sopir travel penumpang Lampung-Palembang.
"Pukul tiga, kabut asap mulai terasa di daerah Pampangan (OKI). Ya, terpaksa
mengurangi kecepatan, makanya rata-rata waktu perjalanan travel malam
bertambah satu jam," tambahnya.
(tw/mok)











































