Warga yang keracunan itu pun segera dilarikan ke Puskesmas Bajeng. Namun karena daya tampung Puskesmas hanya cukup untuk 80 pasien, sisanya terpaksa dirujuk ke rumah sakit Syekh Yusuf, Gowa, Jumat(11/9/2009). Rata-rata korban keracunan yang terdiri dari kalangan dewasa dan anak-anak ini mengalami mual, kepala pusing dan muntah-muntah.
Sabirin, salah satu warga Desa Bontotangnga mengaku usai menyantap nasi kotak yang disajikan tuan rumah, sesampai di rumahnya ia merasa pusing dan muntah-muntah. Karena khawatir, ia pun segera memeriksakan diri ke Puskesmas Bajeng, ternyata di Puskesmas tersebut sudah banyak warga lainnya yang lebih dulu dirawat.
Kapolsek Bajeng AKP Salang Paningo, yang ditemui detikcom di Puskesmas Bajeng, mengakui bahwa penyebab keracunan bersumber dari menu buka puasa dari pemilik hajatan.
"Tim kami sudah memeriksa para korban dan pemilik hajatan, tidak ada niat jahat dari pihak penyelenggara, diyakini bahwa keracunan ditimbulkan dari lauk, berupa kari ayam, telur maupun mie," jelas Salang.
(mna/rdf)











































