Tim monitoring dari Dewan Jaminan Sosial Nasional pun akan melakukan survei dan mengkaji pelaksanaanya di lapangan.
"Alasan kami, Sumsel adalah provinsi yang pertama memberikan jaminan sosial berupa program berobat gratis secara luas di Indonesia," kata Ketua Tim DSJN drg Moeryono Aladin, yang melakukan minotoring implemantasi dan sinkronisasi UU No 40/2004, di kantor Gubernur Sumsel, Jalan Kapten A. Rivai Palembang, Kamis (10/09/2009).
Moeryono mengatakan program berobat gratis, merupakan satu wujud
dari kemauan politik dari Alex Noerdin, selaku Gubernur Sumsel dan wakilnya Eddy Yusuf.
DSJN pun mengapresiasi kinerja pemerintah Sumsel, lantaran baru Sumatera Selatan yang melaksanakan program tersebut.
"Untuk menyatukan visi walikota dan bupati dalam satu provinsi bukan hal yang sepele, terlebih latar belakang politik yang berbeda. Keberhasilan Alex Noerdin berhasil menyatukan semua bupati dan
walikota, ini pekerjaan sulit," katanya.
Sementara itu Wakil Gubernur Sumsel Eddy Yusuf kepada wartawan, mengatakan program berobat gratis di Sumsel membutuhkan dana Rp 240 miliar lebih yang berasal dari APBD provinsi dan Rp 80 miliar dari dana sharing kabupaten dan kota di Sumsel.
"Masyarakat yang tidak memiliki jaminan kesehatan, pemerintah daerah
memberikan jaminan mulai dari tingkat rawat di Puskesmas hingga rujukan ke rumah sakit di provinsi dan nasional,"Β katanya.
(tw/rdf)











































