"Di tol Cikampek, Kanci, Bogor atas permintaan Kasatwil, Kapolres, Kapolwil dapat menggunakan helikopter untuk memantau kemacetan," ujar Karo Binop Deops Kapolri Brigjen Pol Edhi Susilo, dalam jumpa pers di Restoran Pulau Dua Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2009).
Menurut Edhi selain memberi kenyamanan bagi pemudik, polri juga menjaga keamanan disejumlah daerah yang dianggap rawan kejahatan.
"Tempat yang perlu diamankan, tempat perbelanjaan, terminal, bandara, pelabuhan dan pemukiman penduduk yang ditanggal mudik perlu kita amankan," terang jenderal bintang satu tersebut.
Sementara itu Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna mengatakan operasi ini sepenuhnya berada dibawah tanggung jawab Kapolda masing-masing. Namun demikian Mabes Polri siap memback-up setiap Polda.
Nanan menambahkan, terkait pengamanan jalur kereta api, polisi telah menyiapkan strategi khusus.
"Di setiap Polda disiapkan Brimob mengawal jalur kereta api yang ada di Jawa dan Sumatera," kata Nanan.
Lebih lanjut Nanan menjelaskan selain menjaga di rel kereta api, Brimob juga ditugaskan berada mengawal kereta api.
"Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Ada yang berjaga didalam kereta, ada yang diluar," terang jenderal bintang dua tersebut.
Direncanakan polisi akan serentak melakukan operasi gelar pasukan, Sabtu 12 September besok. Sekitar 120.776 personel diterjunkan dalam operasi yang diberi sandi 'Mudik Asyik' ini.
Operasi ini pun semata-mata dilakukan hanya untuk memberi kenyamanan pemudik, tidak ada kaitannya dengan operasi pencarian teroris yang belakangan gencar dilakukan polri.
"Operasi ini tidak ada kaitannya dengan teroris hanya untuk kenyamanan pemudik," pungkas Nanan
(ddt/rdf)











































