"Syarat di kandidat lain pun kalau mau melihat tidak memenuhi syarat dalam arti tidak pernah menjadi pengurus DPP. Tapi mereka masuk melalui jalur Kino(Kelompok Induk Organisasi) dan saya juga akan memakai jalur itu," kata Tommy.
Hal tersebut dia sampaikan dalam jumpa pers di Gedung Granadi, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (10/9/2009).
Dengan masuk jalur Kino, Tommy mengaku syarat-syarat yang tercantum dalam AD/ART Partai Golkar sudah dipenuhi. "Itu sudah memenuhi AD/ART karena saya masih dianggap sebagai pengurus Kino," ujar Tommy tanpa menyebut Kino mana yang dia maksud.
Soal bisnis, jika anda terpilih apakah bisnis akan diserahkan pada orang lain? "Kalau soal bisnis tidak perlu dikhawatirkan karena memang masing-masing usaha saya sudah dikelola oleh kalangan profesional," jawab pria kesayangan Soeharto ini.
Tommy yakin kalangan profesional yang menangani bisnisnya tentunya bisa mengembangkan dengan profesoinalitasnya di bidang masing-masing. "Keberadaan saya lebih memonitor. Sehingga tidak terlalu membebani upaya-upaya saya di Golkar jika terpilih," pungkas Tommy. (anw/iy)










































