"Untuk itulah saya ingin mengembalikan hasil pemilu yang akan datang untuk kembali paling tidak menjuarai dan memenangi pemilihan mendatang," ujar Tommy saat jumpa pers di Gedung Granadi, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (10/9/2009).
Tommy membandingkan, pada saat Orde Baru berkuasa, Golkar terus memimpin dalam perolehan suara pemilu. Bahkan hingga mencapai 74 persen.
"Hasil yang kita dapatkan selama Orde Baru minimal 60 persen. Bahkan pernah 74 persen," kata pria yang pernah dipenjara atas kasus pembunuhan hakim agung tersebut.
"Itu jadi tolok ukur ke depan, karena Golkar waktu itu bisa berbuat sesuatu yang besar untuk bangsa," imbuh Tommy.
Soal dukungan, lanjut Tommy, makin banyak saja pihak-pihak yang berdatangan pada saat-saat terakhir keputusannya maju dalam pencalonan Ketua Umum Golkar. "Saya belum menghitung berapa jumlahnya. Namun dengan niatan yang baik saya yakin DPD II dan I akan memberi yang terbaik untuk bangsa pada umumnya dan Golkar pada khususnya," pungkas Tommy. (anw/iy)











































