Hanya Konsumsi Politik Australia, RI Tak Perlu Lagi Tanggapi Kasus Balibo

Hanya Konsumsi Politik Australia, RI Tak Perlu Lagi Tanggapi Kasus Balibo

- detikNews
Kamis, 10 Sep 2009 16:29 WIB
Hanya Konsumsi Politik Australia, RI Tak Perlu Lagi Tanggapi Kasus Balibo
Jakarta - Pemerintah RI merasa tidak perlu lagi menanggapi isu kasus 'Balibo Five' yang tengah diangkat Kepolisian Federal Australia (AFP). Masalah tersebut dinilai lebih sebagai isu lokal terkait dinamika politik lokal setempat.

"Ini masalah lokal, kita tidak perlu tanggapi," kata Menteri Pertahanan Juwono Sudharsono di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2009).

Masalah lokal yang dia maksud yakni dinamika politik negara bagian tempat keluarga jurnalis Australia yang tewas di Balibo itu tinggal. Konstituen dari anggota parlemen setempat meminta polisi mengangkat kembali masalah yang telah berumur 34 tahun itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini bagian dari sistem politik terbuka di sana di mana setiap negara bagian, partai, anggota parlemen bisa angkat apa aja yang dianggap hak interpelasi," jelas Menhan.

Semasa menjabat sebagai duta besar di Inggris, Juwono mengaku telah memberikan penjelasan langsung ke pihak keluarga korban. Bahwa tidak ada bukti pelaku penembakan adalah pasukan TNI karena pada saat itu tengah berlangsung baku tembak dengan pihak pasukan Fretilin.

"Masalahnya sudah selesai dan sudah dijelaskan ke parlemen dan Kepolisian di Australia. Cuma sewaktu waktu ada saja pihak di Australia yang membuka kembali bagi isu politik lokal, kadang LSM dan kali ini kepolisian," sambung menhan.

Sebelumnya diberitakan Kepolisian Federal Australia (AFP) akan memulai penyelidikan atas kemungkinan telah terjadi kejahatan perang terhadap kematian 5 jurnalis di Timor Leste tahun 1975 silam. 5 Jurnalis itu terkenal dengan sebutan 'Balibo Five', yaitu jurnalis Greg Shackleton dan Tony Stewart (Australia), Brian Peters dan Malcolm Rennie (Inggris), serta Gary Cunningham (Selandia Baru). Mereka tewas saat meliput masuknya militer Indonesia ke Timor Timur.

Indonesia selama ini menyatakan bahwa mereka tewas saat terjadi baku tembak militer Indonesia dengan Fretilin. Pemerintah Australia menerima penjelasan itu.
(lh/irw)


Berita Terkait