Alhasil, antrean warga di kantor yang terletak di Jalan Sudirman, Pekanbaru pun tak terelakkan. Dalam dua hari terakhir, kantor BI tersebut dijejali ratusan warga.
Pantauan detikcom, Kamis (10/09/2009), antrean warga mengular hingga ke luar gedung. Untuk menjaga ketertiban, tampak beberapa polisi berjaga di sekitar antrean.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah satu jam ikut antre di sini. Soalnya nomor antrean saya di atas 350 itu. Jadi saya harus bersabar untuk menukar uang di BI ini," kata Sunarto seorang warga kepada detikcom.
Salah satu uang yang dicari warga adalah uang baru pecahan Rp 2 ribu. Namun sejumlah warga juga mengincar pecahan Rp 1.000, Rp 5 ribu, Rp 10 ribu, dan Rp 20 ribu.
Meski bersabar, warga berharap BI dapat menyebarkan uang pecahan baru ini ke bank-bank lain sehingga antrean panjang tidak terjadi.
"Mestinyakan BI dapat menyebarkan pecahan uang ini ke sejumlah bank lainnya. Sehingga warga tidak mesti antre berjam-jam lamanya di BI ini. Aneh aja, kalau BI tidak menyebarkan uang pecahan itu ke bank lainnya," keluh Imron.
Jual Nomor Antrean
Antrean panjang ini rupanya dimanfaatkan oleh orang yang ingin mencari keuntungan. Seseorang tampak menawarkan nomor antreannya kepada warga yang lain. Satu nomor dihargai Rp 3 ribu.
"Ada juga yang jualan antrian nomor urut harganya Rp 3 ribu. Lebih baik kita beli dari pada antrian lebih panjang lagi," kata seorang warga. (cha/ken)











































