Aksi Pasukan Bertopi Bulu

Laporan dari Copenhagen

Aksi Pasukan Bertopi Bulu

- detikNews
Kamis, 10 Sep 2009 14:09 WIB
Aksi Pasukan Bertopi Bulu
Copenhagen - Melihat pasukan istana kerajaan Denmark, kita langsung ingat bungkus kemasan biskuit ternama di Indonesia. Pasukan bertopi bulu ini memang menjadi perhatian para turis di Copenhagen, Denmark.

Kostum pasukan istana kerajaan Denmark ini memang khas. Topi bulu yang tinggi menghias kepalanya. Kostum yang sama juga dikenakan oleh pasukan istana kerajaan Inggris. Bedanya, di Denmark mereka punya dua kostum, selain merah ada juga kostum biru. Kostum merah hanya dipakai saat hari besar saja.

Den Kongelige Livgarde, begitu rakyat Denmark menyebut pasukan ini. Kita masih bisa menyaksikan mereka menjaga Istana Amelienborg, kediaman Ratu Margrethe II di Copenhagen. Momen yang paling ditunggu adalah upacara pergantian pasukan tepat pukul 12.00 setiap harinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat detikcom berkunjung Kamis (20/8/2009) menjelang tengah hari, pasukan ini terlihat berjaga di berbagai pos yang tersebar di alun-alun depan Istana Amelienborg. Para turis bebas memfoto pasukan berkostum unik ini, tapi jangan kurang ajar. Mereka tidak segan membentak turis yang menghalangi garis patroli, berdiri terlalu dekat, atau iseng melongok-longok isi pos jaga mereka.

Usai dentang jam pukul 12.00, upacara pun dimulai. Seperempat lapangan dikosongkan dan para turis berkerumun di belakang garis pembatas. Rupanya, pergantian pasukan kerajaan Denmark ini lebih sederhana dibanding kolega mereka di Swedia. Tidak ada marching band, tapi cukup dengan belasan prajurit berbaris di pinggir lapangan.

Kemudian, para prajurit pengganti berbaris menuju setiap pos jaga di sekitar lapangan istana. Nah, kalau mereka sudah bergerak, para turis bisa mengikuti asalkan tidak menghalangi jalan para pasukan ini. Namun kesannya jadi seperti arak-arakan. Turis asyik menjeprat-jepret dengan kamera, sedangkan para prajurit ini tetap serius.

Cara pergantian pasukannya pun sederhana. Pasukan pengganti mendatangi satu pos, lalu satu prajurit memeriksa pos dan prajurit lama berdiri di sampingnya. Jika sudah, prajurit lama bergabung dengan barisan dan posnya ditempati prajurit baru. Barisan kemudian menuju ke pos selanjutnya. Begitu seterusnya hingga seluruh pasukan baru menempati pos, dan barisan kini berisi pasukan lama.

Meskipun prosesnya berulang-ulang, rupanya para turis ini setia mengikuti prosesnya sampai akhir. Soalnya, kapan lagi bisa berdekatan dengan para prajurit ini. (fay/irw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads