Kostum pasukan istana kerajaan Denmark ini memang khas. Topi bulu yang tinggi menghias kepalanya. Kostum yang sama juga dikenakan oleh pasukan istana kerajaan Inggris. Bedanya, di Denmark mereka punya dua kostum, selain merah ada juga kostum biru. Kostum merah hanya dipakai saat hari besar saja.
Den Kongelige Livgarde, begitu rakyat Denmark menyebut pasukan ini. Kita masih bisa menyaksikan mereka menjaga Istana Amelienborg, kediaman Ratu Margrethe II di Copenhagen. Momen yang paling ditunggu adalah upacara pergantian pasukan tepat pukul 12.00 setiap harinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai dentang jam pukul 12.00, upacara pun dimulai. Seperempat lapangan dikosongkan dan para turis berkerumun di belakang garis pembatas. Rupanya, pergantian pasukan kerajaan Denmark ini lebih sederhana dibanding kolega mereka di Swedia. Tidak ada marching band, tapi cukup dengan belasan prajurit berbaris di pinggir lapangan.
Kemudian, para prajurit pengganti berbaris menuju setiap pos jaga di sekitar lapangan istana. Nah, kalau mereka sudah bergerak, para turis bisa mengikuti asalkan tidak menghalangi jalan para pasukan ini. Namun kesannya jadi seperti arak-arakan. Turis asyik menjeprat-jepret dengan kamera, sedangkan para prajurit ini tetap serius.
Cara pergantian pasukannya pun sederhana. Pasukan pengganti mendatangi satu pos, lalu satu prajurit memeriksa pos dan prajurit lama berdiri di sampingnya. Jika sudah, prajurit lama bergabung dengan barisan dan posnya ditempati prajurit baru. Barisan kemudian menuju ke pos selanjutnya. Begitu seterusnya hingga seluruh pasukan baru menempati pos, dan barisan kini berisi pasukan lama.
Meskipun prosesnya berulang-ulang, rupanya para turis ini setia mengikuti prosesnya sampai akhir. Soalnya, kapan lagi bisa berdekatan dengan para prajurit ini. (fay/irw)











































