ADVERTISEMENT

Penjelasan Carrefour Soal Keberadaannya di Palembang Square

- detikNews
Kamis, 10 Sep 2009 10:03 WIB
Jakarta - Carrefour diminta meninggalkan tempat sewanya di Palembang Square (PS) Mall, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Namun, bagi Carrefour, permintaan yang disampaikan PT Bayu Jaya Lestari Sukses (BJLS) itu tidak beralasan.

Berikut penjelasan Carrefour seperti disampaikan Irawan D Kadarman Corporate Affairs Director Carrefour, kepada detikcom , Kamis (10/9/2009):

Disebutkan di dalam artikel bahwa Carrefour diminta segera meninggalkan tempat sewanya karena dinilai telah melanggar perjanjian sewa-menyewa dengan PT Bayu Jaya Lestari Sukses (BJLS).

Melalui Kuasa Hukumnya PT BJLS menyatakan bahwa keputusan KPPU Carrefour telah terbukti melakukan pelanggaran bisnis atau melanggar UU No 5/1999 tentang Anti Monopoli dan Persaingan Usaha. Keputusan tersebut merupakan Keputusan KPPU No 2/2005.

Alasan di atas sangatlah tidak relevan untuk dijadikan dasar berakhirnya perjanjian Sewa Menyewa dikarenakan putusan KPPU tersebut tidak mengenai sewa-menyewa. Putusan KPPU tersebut tidak melarang Carrefour untuk mengembangkan bisnis retail di seluruh Indonesia. Dengan demikian, usaha Carrefour di Palembang Square bukan merupakan ruang lingkup dari putusan KPPU.

Lebih lanjut, dalam paragraf lain disebutkan pernyataan Kuasa Hukum PT BJLS bahwa "Salah satu hal yang dilanggar Carrefour yakni mewajibkan para penyalur barang ke mereka harus menjual dengan harga terendah. Apabila mereka menjualnya dengan harga lebih tinggi, pihak Carrefour akan memotongnya."

Kembali pernyataan di atas sama sekali bukanlah dasar yang relevan. Hubungan Carrefour dengan pemasok berlandaskan asas kemitraan dengan tujuan akhir untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Untuk mencapai hal tersebut, Carrefour dan pemasok membuat perjanjian yang telah disepakati bersama yang bermuara untuk memberikan produk dengan harga yang kompetitif kepada pelanggan.

Semenjak mulai beroperasi pada tahun 2004, Carrefour di Palembang Square telah bekerjasama dengan 1.200 pemasok dimana 40 persen adalah Usaha Kecil dan Menengah serta mempekerjakan 600 orang karyawan lokal. Sangatlah jelas bahwa Carrefour memberikan kontribusi yang sangat positif bagi kota Palembang.

Perlu diketahui bahwa permasalahan dengan pihak gedung mulai muncul ketika sekitar tahun 2007 terjadi perubahan status kepemilikan saham atas PT BJLS.

Dengan adanya keputusan sepihak yang dilakukan PT BJLS, sangatlah jelas bahwa PT BJLS telah mengabaikan kepastian hukum, menimbulkan persaingan usaha tidak sehat, mengabaikan nasib pemasok dan karyawan yang selama ini bergantung kepada Carrefour di Palembang.




(irw/nrl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT