"24 Orang tewas di Istanbul dan 7 orang lainnya di provinsi Tekirdag, sebelah barat Istanbul," ujar Menteri Dalam Negeri Turki Besir Atalay dalam jumpa pers seperti dilansir AFP, Kamis (10/9/2009).
Korban tewas terbanyak terdapat di Instanbul pada Rabu kemarin dengan 21 orang tewas. Sebelumnya pada Selasa 7 September, 3 orang tewas di wilayah terpencil pinggiran kota sebelah barat Istanbul.
Gubernur Istanbul, Muammer Guler mengatakan sekitar 7 orang masih belum diketahui jelas keberadaannya. Sedangkan Kantor Walikota Istanbul mengatakan lebih dari 1.000 orang telah dievakuasi sejak Selasa lalu.
Banjir mulai melanda sejak Selasa lalu, setelah semalam sebelumnya Istanbul diguyur hujan lebat tiada henti. Mendagri mengkhawatirkan jumlah korban tewas yang masih akan terus bertambah melihat semakin meningkatnya ketinggian air, dari 2 meter hingga mencapai 5 meter.
Menteri Lingkungan Veysel Eroglu menyebut banjir ini merupakan yang terburuk sepanjang 500 tahun. Air menerjang segala yang ada, mulai dari kendaraan hingga rumah penduduk. Pemerintah Istanbul melakukan operasi penyelamatan besar-besaran dengan menerjunkan 900 petugas pemadam dan penyelamat, 6 helikopter militer dan 30 perahu karet.
Pemerintah setempat menyatakan terlalu awal untuk menghitung kerugian yang diderita akibat banjir ini. Namun, pihak asuransi setempat memperkirakan kerugian mencapai Rp 694 miliar-Rp 1,4 triliun ($70-150 juta dolar).
Mendagri mengatakan sejauh ini bantuan dari Bulan Sabit Merah, berupa tenda, selimut, makanan telah disalurkan kepada bagi para pengungsi baik di Istanbul maupun di Tekirdag. Perdana Menteri Pakistan Recep Tayyip Erdogan dijadwalkan akan segera terbang ke Istanbul untuk meninjau lokasi dan menafsir kerusakan yang terjadi.
(nvc/mad)











































