Hal itu diungakapkan Menteri Agama Maftuh Basyuni saat membuka dialog lintasย agama atau lintas budaya antara bangsa-bangsa di kawasan Asia dan Eropa. Dialog Asia-Eropa Meeting (ASEM) di Balroom Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta di Jl Solo, Rabu (9/9/2009).
"Dialog merupakan salah satu jalan keluar dari persoalan antar umat beragama dan kelompok bangsa. Dengan gerakan kultural yang melibatkan pemuka agama kita berharap bisa menyadarkan semua umat bahwa agama itu tidak mengajarkan tindakan terorisme," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
melibatkan umat agama menjadi sangat bernilai untuk membangun terciptanya saling toleransi dan meningkatkan saling pemahaman antar kelompok yang berbeda. Sebab konflik-konflik komunal yang terjadi bukan karena agama, tapi masalah seperti ekonomi dan politik serta tidak adanya jembatan dialog antar masyarakat atau kelompok yang berbeda.
"Banyak pengalaman berharga dari Indonesia dan dialog dengan berbagai pihak
adalah sangat penting untuk terciptanya perdamaian. Saat ini perlu langkah
kultural yang proaktif dan progresif sehingga melahirkan citra baru yang lebih baik bagi agama-agama yang ada di dunia saat ini," katanya.
Dia mengatakan, pertemuan selama tiga hari akan membahas berbagai persoalan
diantaranya masalah konflik-konflik kekerasan, terorisme dan lain-lain. Sebab isu terorisme telah menjadi isu global sehingga bisa muncul di mana saja dan bisa mengancam siapa saja.
Selain itu kata Basyuni, diharapkan di masa mendatang akan muncul upaya
pemahaman antar negara Asia-Eropa yang mempunyai latar budaya, etnis dan agama yang berbeda. Dengan pertemuan ini diharapkan ada pertukaran gagasan mengenai nilai-nilai hamoni sehingga tercipta persaudaraan, perdamaian, keamanan dan keadilan.
"Kita ingin perdamaian dunia itu dibangun bersama dan diletakkan atas dasar
persaudaraan, keadilan dan persamaan secara utu. Perdamaian itu satu dan tidak bisa dipecah-pecah serta bukan hanya menjadi slogan saja," kata Basyuni.
Pertemuan yang di gelar di Ballroom Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta akan
berlangsung hingga tanggal 12 September 2009. Sebanyak 58 peserta dari negara Asia-Eropa hadir dalam pertemuan tahunan ini.
Pertemuan ini merupakan persiapan pertemuan antar pemuka agama dan pemerintah Asia Eropa yang direncakan akan diadakan akhir September 2009 ini. Turut hadir dalam acara ituย Direktur Jenderal Amerika - Eropa, Departemen Luar Negeri Retno L.P, Marsudi.
Selama pertemuan berlangsung, peserta juga akan diajak mengunjungi berbagai
tempat yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan di Yogyakarta seperti
mengunjungi Masjid Agung Kauman Yogyakarta, Candi Borobudur Magelang, Candi
Prambana, GKJ Gondokusuman, Kevikepan Yogyakarta dan lain-lain.
Dengan mengunjungi tempat-tempat tersebut diharapkan peserta mendapat gambaran yang sesungguhnya tentang Indonesia. Sebab Yogyakarta adalah kota yang sangat unik. Kota dengan kerukunan agama yang ada sejak dulu sampai sekarang ini.
(bgs/mad)











































