Gara-gara Sweeping, Da'i Bachtiar Dipanggil Menlu Malaysia

Gara-gara Sweeping, Da'i Bachtiar Dipanggil Menlu Malaysia

- detikNews
Rabu, 09 Sep 2009 22:41 WIB
Gara-gara Sweeping, Dai Bachtiar Dipanggil Menlu Malaysia
Kuala Lumpur - Aksi sekelompok masyarakat Indonesia yang melakukan sweeping warga Malaysia di Jakarta kemarin berbuntut panjang. Pemerintah Malaysia menyatakan penyesalannya dan memanggil Dubes RI untuk Malaysia, Da'i Bachtiar ke Wisma Putra (Kantor Kementrian Luar Negeri Malaysia).

"Tadi sore pukul 17.00 Pak Dubes memang dipanggil Menlu Malaysia Anifah Aman. Tapi memang sebetulnya sejak siang sudah ada undangan untuk bertemu menlu, hanya baru sore dipenuhi," ujar Minister Counsellor Penerangan Sosial dan Budaya (Pensosbud) KBRI Kuala Lumpur, Widyarka Ryananta kepada detikcom, Rabu (9/9/2009).

Widyarka mengatakan, dalam pertemuan itu Da'i telah menjelaskan tindakan Pemerintah Indonesia terkait aksi yang cukup memalukan dan mengganggu hubungan kedua negara. Dijelaskan dia, Indonesia adalah negara menganut sistem demokrasi dimana siapa pun warga negara Indonesia berhak mengemukakan pendapatnya asalkan dilakukan dengan tertib, tidak melanggar ketertiban umum dan tidak melanggar hukum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau melanggar, ya dihukum. Bahkan Pak Dubes juga tadi sudah memberitahukan bahwa Kapolri telah memerintahkan anak buahnya untuk memeriksa mereka yang terlibat dalam aksi sweeping tersebut, dan sekarang pemeriksaan itu sedang berlangsung," ungkap Widyarka.

Sementara itu, Menlu Malaysia Anifah Aman memanggil Da'i Bachtiar ke Wisma Putra untuk menyatakan pendirian Kerajaan Malaysia mengenai konflik yang telah mengakibatkan terganggunya hubungan kedua negara.

Anifah menyatakan bahwa Kerajaan Malaysia menyesalkan tindakan segelintir orang yang sengaja memicu perselisihan antara masyarakat Malaysia dan Indonesia.Β  Dia mengatakan, pemberitaan sejumlah media di Indonesia yang memicu tindakan sekolompok orang untuk melakukan sweeping, membakar bendera Malaysia serta demonstrasi di depan Kantor Perwakilan Resmi Malaysia di Indonesia telah membangkitkan kontroversi serta pandangan negatif masyarakat di kedua negara dan dapat merenggangkan hubungan kedua negara yang sudah terjalin erat sejak lama.

"Kementerian Luar Negeri Malaysia telah meminta Pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah tegas bagi memastikan keamanan dan keselamatan rakyat Malaysia yang berada di Indonesia dapat dipelihara dan memastikan tindakan agresif beberapa kelompok berlebihan di Indonesia dapat dibendung dengan segera," cetusnya sebagaimana dikutip dari Kantor Berita Bernama.

Sejauh ini, lanjut dia, belum ada laporan mengenai kecederaan atau kematian rakyat Malaysia di Indonesia menyusul konflik tersebut dan mengingatkan pihak kementerian serta Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta untuk terus mengawasi serta memantau situasi di Indonesia.

Menteri Dalam Negeri Hishammuddin Tun Hussein menjamin keselamatan masyarakat Indonesia di Malaysia.

"Walau apa pun keadaan dan provokasi yang sedang terjadi di Indonesia, saya selaku Menteri Dalam Negeri menjamin keselamatan rakyat Indonesia yang berada di Malaysia," pungkasnya.
(rmd/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads