Antisipasi kemacetan arus lalu-lintas ini disampaikan Kepala Dinas Jalan dan Jembatan Provinsi Sumatera Utara, Umar Zunaidi, kepada wartawan di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jl. Diponegoro Medan, Rabu (9/9/2009) siang.
Umar mengatakan, beberapa daerah merupakan titik rawan kemacetan, baik akibat sempitnya penampang jembatan, longsor dan banjir di ruas Jalinsum. Sejumlah daerah rawan longsor di antaranya lazim terjadi di kawasan Kabanjehe-Sidikalang, Kabanjahe-Kuta Buluh, Tarutung-Sipirok, Tarutung-Sibolga dan Jembatan Merah-Muara Soma. Sementara kawasan rawan banjir yang perlu diwaspadai adalah di wilayah Kabupaten Langkat dan Asahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dinas Jalan dan Jembatan juga telah berkoordinasi dengan Polda Sumut dan Dinas Perhubungan. Maksudnya agar instansi terkait bisa sinergi," kata Umar.
Selain itu, untuk menghindari kemacetan di ruas jalan lintas, supir truk dan angkutan berat dihimbau untuk tidak memarkirkan kendaraannya di badan jalan saat arus mudik berlangsung.
"Truk berat sebaiknya berhenti di kantung-kantung parkir yang ada dipinggir jalan, jangan menggunakan sebagian badan jalan sebagai lokasi parkir untuk menghindari kemacetan karena luas Jalan Lintas Sumatera hanya enam sampai tujuh meter," tambah Umar.
(rul/djo)











































