Din Syamsuddin Diusung untuk Lawan Hatta Rajasa

Jelang Kongres PAN

Din Syamsuddin Diusung untuk Lawan Hatta Rajasa

- detikNews
Rabu, 09 Sep 2009 15:16 WIB
Din Syamsuddin Diusung untuk Lawan Hatta Rajasa
Jakarta - Kongres PAN akan digelar Januari 2010 di Bali. Riak-riak politik internal PAN menjelang kongres makin hangat saja. Saat ini, Hatta Rajasa merupakan calon terkuat ketua umum PAN. Tapi Amien Rais kabarnya punya calon lain. Siapa saja tokoh yang diusung untuk melawan Hatta? Din Syamsuddin salah satu tokoh yang diwacanakan.

Ketua Umum DPP PAN Soetrisno Bachir (SB) menginginkan Kongres PAN 2010 berlangsung demokratis. Dia tidak ingin kongres hanya menyetujui ketua umum PAN yang baru secara aklamasi.

Untuk menghindari aklamasi, dibutuhkan calon ketua umum lebih dari satu. Karena itu, sejumlah nama pun bermunculan, seperti Totok Daryanto, Drajad Wibowo, dan Didik J Rachbini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Drajad termasuk yang direkomendasi Amien Rais. Tapi, apakah Drajad bisa menandingi Hatta Rajasa, yang dinilai memiliki dana banyak dan dekat dengan kekuasaan? Drajad masih diragukan. "Ibaratnya, bumi dan langit," kata salah seorang pengurus DPP PAN kepada detikcom, Rabu (9/9/2009).

Karena itu, calon ketua umum PAN lainnya yang bisa menandingi Hatta masih terus dicari. Masih ada waktu tiga bulan, Sebenarnya, SB memiliki potensi untuk mengalahkan Hatta. Namun, SB benar-benar tidak mau dicalonkan lagi.

"Tokoh internal PAN selain SB, tidak ada yang bisa melawan Hatta. Karena itu, kemungkinan juga dicari tokoh dari luar internal PAN," ujar sumber itu.

Salah satu tokoh luar PAN yang sudah disebut-sebut adalah Din Syamsuddin, yang saat ini menjabat ketua umum PP Muhammadiyah. Din, kabarnya akan didorong Amien Rais untuk mengimbangi kekuatan Hatta Rajasa. Din dimunculkan agar PAN tidak menjadi parpol pemerintah dan bisa lebih tajir dalam membuat kebijakan-kebijakan masalah bangsa dan negara.

Tapi, mungkinkah Din maju? Ada beberapa hal yang menghambat Din bila dicalonkan dalam kongres PAN. Pertama, Din masih menjabat ketua umum PP Muhammadiyah pada saat kongres PAN digelar. Akan sangat tidak menguntungkan jika Din tiba-tiba mundur dari ketua umum PP Muhammadiyah, meski sebenarnya Din juga sudah memberikan sinyal bahwa dirinya tidak akan maju dalam Muktamar Muhammadiyah yang akan digelar 3-5 Juli 2010 di Yogyakarta.

"Muhammadiyah selama ini dianggap lebih besar daripada PAN. Sehingga tidak etis kalau Din mundur dari Muhammadiyah dan masuk ke politik. Tapi, kemungkinan ini masih ada, karena dulu Amien Rais juga mundur dari PP Muhammadiyah saat didaulat menjadi ketua umum PAN," tutur sumber itu.

Kedua, Din kemungkinan memiliki resistensi di tubuh PAN. Selama lima tahun terakhir, tak terlihat Din memuji-muji PAN sebagai parpol yang dulu menjadi tempat berpolitik orang-orang Muhammadiyah. Apalagi Din juga kemudian mendorong lahirnya Partai Matahari Bangsa (PMB), parpol yang menargetkan massa dari kaum Muhammadiyah, meski parpol ini hanya memperoleh suara sangat kecil pada Pemilu 2009.

Ketiga, Din akan dipersoalkan sebagaimana kasus yang pernah menimpa SB dalam Kongres PAN 2005 lalu di Semarang. Saat itu, SB dipersoalkan karena tidak pernah duduk di struktur kepengurusan PAN, baik pusat, wilayah atau daerah. "Hal yang sama bisa saja dipersoalkan kepada Din jika memang maju dalam Kongres PAN, meski bisa saja lolos seperti SB dulu," ujar dia.

Namun, bila lolos persyaratan administratif untuk menjadi ketua umum PAN, apakah Din mampu menyaingi Hatta? Memang, Din tidak memiliki dana sebanyak Hatta Rajasa. Din juga tidak dekat dengan penguasa. "Tapi, Pak Din dianggap mampu memobilisasi tokoh-tokoh atau pengusaha untuk mengumpulkan dana kampanyenya. Pergaulan Din juga cukup luas," jelas sumber itu.
(gah/asy)


Berita Terkait