Daop VI Yogyakarta akan Maksimalkan Rangkaian KA

Antisipasi Arus Mudik

Daop VI Yogyakarta akan Maksimalkan Rangkaian KA

- detikNews
Rabu, 09 Sep 2009 15:12 WIB
Daop VI Yogyakarta akan Maksimalkan Rangkaian KA
Yogyakarta - PT Kereta Api (KA) Daerah Operasi (Daop) VI Yogyakarta terus melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada mudik Lebaran nanti. Salah satunya, memaksimalkan rangkain KA reguler.

Hal itu diungkapkan Kepala Humas PT KA Daop VI Yogyakarta, Eko Budiyanto, kepada wartawan di kantornya, Jl Lempuyangan, Rabu (9/9/2009).

"Prioritas kami adalah memaksimalkan rangkaian kereta reguler sehingga para pemudik bisa terangkut semuanya. Untuk sementara belum ada kebijakan menambah frekuensi perjalanan," kata Eko.

Menurut Eko, jika pada hari-hari biasa setiap KA hanya terdiri dari 8 rangkaian gerbong saja. Namun pada saat arus mudik dan arus balik nanti, dimaksimalkan menjadi 10 gerbong. Sedang gerbong lesehan baru akan dijalankan bila keadaan memaksa dan masih banyak calon penumpang yang tidak terangkut.

"Penambahan rangkaian gerbong tidak hanya kelas ekonomi saja tapi juga untuk kelas eksekutif dan bisnis," katanya.

Eko menambahkan, sebanyak lima KA ekstra lebaran yang akan dijalankan dari Daop VI Yogyakarta di antaranya KA bisnis Senja Utama Yogya lebaran jurusan Stasiun Tugu-Pasar Senen Jakarta, KA bisnis Fajar Utama Lebaran Yogya-Pasar Senen, KA eksekutif Argolawu I dan II Lebaran jurusan Solo-Gambir dan KA ekonomi Bengawan Solo-Tanah Abang.

Khusus untuk angkutan lebaran 2009 ini, sambung Eko, PT KA juga akan menyediakan gerbong khusus lansia, ibu hamil dan penyandang cacat. Gerbong khusus ini akan dijaga petugas agar penumpang umum tidak menempatinya.

"KA gerbong khusus ini untuk kelas ekonomi yakni KA Progo yang diberangkatkan dari Stasiun Lempuyangan," katanya.

Eko menambahkan tiket kelas eksekutif dan bisnis untuk arus balik setelah lebaran sampai saat ini masih tersedia di loket penjualan. Sebanyak 3 ribu tiket masih tersedia untuk arus balik nanti. Tiket tersebut merupakan merupakan tiket tambahan atau tiket taktis khusus untuk keperluan mendadak yang disediakan untuk karyawan.

"Ini untuk mengakomodasi pelanggan yang belum mendapat tiket terutama untuk arus balik mulai tanggal 23-27 September nanti," pungkas Eko.

(bgs/djo)


Berita Terkait