"Banyak sekali pertarungan kepentingan yang terjadi dalam SC yang mulai dibahas," ujar Indra J Piliang, manajer kampanye Yuddy Chrisnandi di Menara Karya, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2009).
Menurut Indra, peraturan SC Munas Golkar itu jika ada satu calon maka langsung diangkat menjadi ketua umum. Selain itu jika ada salah satu calon yang suaranya mencapai 51 persen suara maka yang bersangkuatn langsung menjadi ketua umum partai berlambang pohon beringin tersebut.
Namun yang menjadi masalah adalah ketika calonnya banyak. Kalau calonnya lebih dari tiga, lanjut Indra, maka pemilihannya dilakukan dalam dua tahap yaitu tahap pertama penyampaian visi dan misi.
"Yang bisa melakukan visi dan misi harus mendapat dukungan 50 suara, jangan tinggi-tinggi," imbuh Indra.
Tahap kedua yakni akan calon akan langsung dipilih.
Menurutnya, saat ini peluang siapapun menjadi ketua umum Partai Golkar sangat terbuka lebar mengingat adanya kelonggaran-kelonggaran yang dikeluarkan oleh SC.
"Meskipun belum final karena finalnya nanti di Munas. Tapi saat ini banyak sekali kelonggaran yang diberikan sehingga terkesan siapapun bisa menjadi ketua umum Partai Golkar," keluh dia.
Indra juga menggarisbawahi terkait dengan klaim-klaim yang dilakukan oleh kandidat-kandidat lain. Menurut dia, klaim itu sangat tidak logis akibat dukungan ganda dari daerah.
"Jumlah suara yang diperebutkan dalam Munas Partai Golkar nanti sebanyak 550 suara. Tapi saat ini ada kandidat-kandidat yang mengklaim telah didukung 400, 300, 200 suara. Sehingga kalau ditotal bisa 800 suara," ungkap Indra.
Namun dirinya tidak mempersoalkan klaim ganda tersebut. Menurutnya klaim bukanlah sebuah alat yang bisa mempengaruhi dukungan.
"Bagi kita yang terpenting adalah bagaimana membangun ide dan gagasan. Bagaimana membangun visi dan misi Partai Golkar ke depan. 5, 10 dan 25 tahun ke depan," demikian Indra.
Munas Partai Golkar dijadwalkan berlangsung pada 4-7 Oktober di Pekanbaru.
(nik/iy)











































