Pengacara: Antasari Boleh Saja Menyangkal, Tapi Jangan Tuding Rhani Memfitnah

Pengacara: Antasari Boleh Saja Menyangkal, Tapi Jangan Tuding Rhani Memfitnah

- detikNews
Rabu, 09 Sep 2009 12:45 WIB
Pengacara: Antasari Boleh Saja Menyangkal, Tapi Jangan Tuding Rhani Memfitnah
Jakarta - Rhani Juliani tidak terima dituduh memfitnah terkait kesaksiannya yang menyebut Antasari Azhar minta macam-macam saat bertemu di Hotel Gran Mahakam. Ia juga membantah merupakan bagian konspirasi untuk menjebak Antasari.

"Boleh-boleh saja menyangkal. Tapi jangan bilang fitnah, kalau seperti itu sudah justifikasi. Orang pengadilannya saja belum dimulai," kata pengacara Rhani, Jimmy Simanjuntak, kepada detikcom, Rabu (9/9/2009).

Jimmy juga keberatan dengan pernyataan pengacara Antasari tentang skenario penjebakan. Menurutnya, jika pihak Antasari memiliki bukti, seharusnya diberikan
waktu pemeriksaan. "Kenapa itu tidak dilakukan?" ujar Jimmy.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jimmy juga mengkritisi soal pernyataan kuasa hukum Antasari yang menyebut polisi tidak tuntas melakukan penyelidikan. Menurutnya, jika berkas penyelidikan masih kurang, seharusnya tidak bisa dilimpahkan ke kejaksaan. "Buktinya bisa P21, artinya jaksa menganggap berkas sudah lengkap dan layak disidangkan," kata Jimmy.

Sebelumnya diberitakan, kuasa hukum Antasari menyebut pengakuan Rhani soal pertemuannya dengan Antasari fitnah. Rhani juga disebut sebagai bagian dari
konspirasi untuk menjebak Antasari.

Rhani dalam pemeriksaan polisi, seperti dituturkan sumber detikcom, memberi kesaksian yang memojokkan Antasari. Rhani mengaku bertemu 2 kali dengan Antasari di Gran Mahakam. Dalam pertemuan pertama Antasari sudah bersikap agresif tapi ditolak Rhani. Namun dalam pertemuan kedua, Rhani menuruti permintaan Antasari yang 'macam-macam'.

Pengacara Antasari, Ari Yusuf Amir, menilai ada upaya pembunuhan karakter terhadap kliennya terkait tersebarnya pengakuan Rhani dalam pemeriksaan. Ari juga mengatakan Antasari tidak pernah meminta Rhani macam-macam apalagi melakukan 'hand job'.

"Tuduhan soal hand job itu fitnah semata. Ini betul-betul ada upaya dari pihak tertentu melakukan character assasination (pembunuhan karakter) terhadap pihak kami," ujar Ari kepada detikcom.

(ken/iy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini