Polisi Australia Selidiki Kejahatan Perang pada 'Balibo Five'

Polisi Australia Selidiki Kejahatan Perang pada 'Balibo Five'

- detikNews
Rabu, 09 Sep 2009 12:19 WIB
Australia - Kepolisian Federal Australia (AFP) akan memulai penyelidikan atas kemungkinan telah terjadi kejahatan perang terhadap kematian 5 jurnalis di Timor Leste tahun 1975 silam. 5 Jurnalis itu terkenal dengan sebutan 'Balibo Five'.

Balibo Five adalah jurnalis Greg Shackleton dan Tony Stewart (Australia), Brian Peters dan Malcolm Rennie (Inggris), serta Gary Cunningham (Selandia Baru) tewas saat meliput masuknya militer Indonesia ke Timor Timur. Demikian dilansir kantor berita AFP, Rabu (9/9/2009).

Keputusan ini datang nyaris 2 tahun setelah penyelidikan koroner mengungkap bahwa Balibo Five dibunuh setelah mereka menyatakan diri menyerah pada militer Indonesia, dan munculnya seruan agar para jenderal Indonesia dikenai dakwaan sebagai penjahat perang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Koroner Sydney, Dorelle Pinch, menyatakan mereka sengaja dibunuh agar invansi tersebut menjadi rahasia.

"Dugaan kejahatan perang timbul dan berkembang menjadi isu faktual dan legal yang butuh perhatian mendalam dari aparat penegak hukum sebelum memutuskan untuk memulai investigasi," ujar Kepolisian Federal Australia.

Selanjutnya, apabila fakta yang dikumpulkan dirasakan cukup untuk mengungkap adanya kejahatan atau kemungkinan benar terjadinya kejahatan, maka kepolisian Australia akan melanjutkannya kepada jaksa penuntut Australia untuk mempertimbangkan apakah dakwaan kejahatan perang dapat dikeluarkan.

Selama ini pemerintah Indonesia menyatakan bahwa 5 jurnalis itu tewas dalam baku tembak antara militer Indonesia dengan pemberontak Fretilin. Versi ini diterima oleh pemerintah Australia.

Menurut kamus Wikipedia, pada 7 Desember 1975 Indonesia menyerbu Timor Leste (dahulu Timor Timur) dengan sandi Operasi Seroja. Penyerbuan ini dilakukan karena adanya desakan Amerika Serikat dan Australia yang menginginkan agar Fretilin yang berpaham komunisme tidak berkuasa di Timor Timur.

Selain itu, serbuan Indonesia ke Timor Leste juga karena adanya kehendak dari sebagian rakyat Timor Leste yang ingin bersatu dengan Indonesia atas alasan etnik dan sejarah. (amd/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads