Ical dan Surya Paloh saat ini menjadi calon ketua umum Golkar paling kuat, meski Yuddy Chrisnandi juga akan ikut mencalonkan diri. Ical dan Surta Paloh sudah 'bergerilya' ke banyak DPD Golkar. Iklan Ical yang disokong Akbar Tandjung juga sudah muncul di televisi-televisi jaringan Bakrie.
Tommy Soeharto dan Siti Hardiyanti Rukmana alias Mbak Tutut sempat juga dikabarkan tertarik menjadi orang nomor satu di partai Pohon Beringin itu. Namun, kedua keturunan Soeharto itu batal maju, karena dihadang oleh AD/ART. Meski begitu, kabarnya Tommy tetap saja melakukan gerilya politik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tommy bisa menjadi batu sandungan, selain karena dia anak Soeharto, juga kantongnya masih tebal. Uang Tommy masih bergunung-gunung. "Gizi" yang dimiliki Tommy kemungkinan akan bisa melawan Ical, yang sudah menjanjikan dana abadi Golkar Rp 1 triliun itu.
Karena itu Ical melalui timnya mencoba untuk melobi Tommy. Setelah dilobi oleh kubu Ical, Tommy pun luluh. "Beberapa hari lalu Mas Tommy sudah bertemu Akbar Tandjung. Silakan cek ke Bang Akbar," ujar sumber itu.
Dalam pertemuan dengan Akbar, Tommy menyatakan siap bergabung dengan Ical dan memastikan tidak akan maju. Tommy akan diberi jabatan wakil ketua dewan pembina atau salah satu ketua di Partai Golkar. Kabarnya Tommy menerima konsesi ini, karena ini bisa dijadikan batu pijakan untuk karir politiknya yang lebih besar 5 atau 10 tahun mendatang.
Akbar yang sudah diplot oleh Ical sebagai ketua dewan pembina punya peran penting dalam upaya melobi Tommy. Akbar pernah dekat dengan keluarga Cendana saat menjadi menteri Soeharto beberapa tahun lalu. Dan saat ini Akbar memang sudah total mendukung Ical sebagai ketua umum.
Benarkah Tommy sudah berada di genggaman Ical? Akbar dan kubu Ical memang belum bisa dikonfirmasi secara resmi. "Untuk lebih jelasnya, tunggu Kamis besok ada kejutan dari Tommy," ujar sumber detikcom di kubu Ical.
(asy/nrl)











































