Tapi menteri wanita asal Solo, Jawa Tengah ini mengajukan komplain dengan tayangan hipnotis di TV yang kadang melanggar privasi orang.
"Itu, acaranya si Uya Kuya. Kadang melanggar privasi," kata Siti Fadilah Supari saat bincang-bincang santai dengan wartawan usai buka puasa bersama di rumah dinasnya di Jl Denpasar Raya, Jakarta, Selasa (8/9/2009) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Padahal di situ kan ada pacarnya. Ini melanggar privasi," protes Menkes.
"Ada juga episode, cewek dihipnotis, ditanya kerjanya apa. Dia jawab merayu om-om. Ibunya kan tahu. Kasihan. Tapi yang seperti ini untungnya wajahnya dibuat tidak jelas," imbuh Menkes.
Namun, meski protes, Menkes mengaku sering nonton acara-acara hipnotis.
"Tapi saya kok malah sering nonton, ya? Habis daripada lihat berita yang kadang banyak mengkritik bikin pusing, mendingan nonton yang lucu-lucu," kata Menkes sambil tersenyum.
Menkes kembali bagi-bagi cerita tentang tayangan favoritnya itu. "Ada seorang direktur dihipnotis. Ditanya siapa karyawan yang paling dibenci dan disuka. Padahal mereka (karyawan) ada di sana juga. Inilah yang bisa mengganggu privasi orang," ujarnya.
"Jadi buat Uya Kuya, jangan begitu," usul Menkes kepada sang pemandu acara.
"Tapi kalau Romy Rafael agak sopan," Menkes membandingkan Uya Kuya dengan Romy Rafael yang juga memandu acara hipnotis.
Tak dinyana, Bu Menkes ternyata juga suka dengan acara ajang cari jodoh, Take Me Out dan Take Him Out. Bahkan ada SMS yang meminta agar dia dukung acara tersebut.
"Ada yang SMS ke saya, Ibu harus dukung acara Take Him Out," canda Menkes.
(anw/irw)











































