Hubungan Memanas, Citra Negatif Buat Indonesia-Malaysia

Laporan dari Malaysia

Hubungan Memanas, Citra Negatif Buat Indonesia-Malaysia

- detikNews
Rabu, 09 Sep 2009 05:08 WIB
Hubungan Memanas, Citra Negatif Buat Indonesia-Malaysia
Kuala Lumpur - Hubungan Indonesia-Malaysia yang kembali memanas dalam beberap bulan terakhir diharapkan segera berakhir. Jika tidak, hubungan kedua negara serumpun tersebut akan dipandang negatif oleh negara-negara lain, terutama negara Barat.

"Bagi saya, kalau saja misalnya sebuah tarian yang difiksikan oleh channel TV negara lain, kemudian kita menyikapinya dengan membakar bendera atau melontar batu, dan sikap terus ini berlanjut, maka peradaban Barat akan melihat kepada kita yang di Timur sebagai mempunyai cara hidup yang sangat rapuh yang tidak berpijak pada prinsip-prinsip yang memungkinkan kita memusyawarahkan bersama persoalan yang ada," kata Menteri Penerangan, Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia Rais Yatim.

Hal itu disampaikannya dalam jumpa pers bersama Dubes RI untuk Malaysia Da'i Bachtiar di sela-sela acara buka puasa bersama di gedung stasiun televisi RTM, Kuala Lumpur, Selasa (9/9/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rais meyakini, meskipun hubungan Indonesia-Malaysia sering diwarnai peristiwa-peristiwa kontroversial terutama dalam persoalan budaya, tapi dalam jiwa masyarakat kedua negara masih berhasrat untuk melanjutkan kehidupan yang aman dan damai. Apalagi lanjut dia, kedua negara harus melihat berbagai persoalan yang muncul secara lebih jauh untuk kepentingan generasi serumpun kedua negara di masa mendatang.

Dia lalu mencontohkan, hubungan Amerika Serikat dan Inggris yang memiliki banyak kesamaan budaya. "Seperti hubungan AS dan British, mereka mau bertukar pikiran dan budaya dengan baik. Tapi kalau generasi muda mereka sekarang ingin mengubah itu, maka harus menelusuri osmosis kehidupan yang sudah jauh tersusun dan teratur," kata dia.

Rais menekankan pentingnya peningkatan peran Eminent Person Group (EPG) yang telah dibentuk kedua negara pada tahun lalu dalam rangka meredakan ketegangan.

Pertemuan Jurnalis

Dalam kesempatan tersebut, Rais juga mengungkapkan rencana mempertemukan kalangan insan pers dari kedua negara. Rencana tersebut menjadi bagian dari program EPG.

"Kita juga berhajat untuk mempertemukan kalangan jurnalis dan penulis kedua negara untuk saling berbincang secara damai mengeluarkan pendapat serta pendirian masing-masing tentang beberapa aspek kebudayaan kita, seni kita, musik kita, dan keseluruhan kehidupan kita sebagai jiran yang sangat dekat," ungkap Rais.

Selain kalangan jurnalis, lanjut dia, kalangan seniman dan budayawan kedua negara juga rencana dipertemukan untuk membangun kesalingpahaman.

"Bahkan EPG ini juga mengadakan beberapa workshop, seminar atau talkshow dengan pihak-pihak yang berpengaruh dalam masyarakat. Tapi sayangnya, peristiwa tarian pendet sudah mendahului apa yang sudah dirancang," tutur dia.

Da'i Bachtiar menambahkan, kedua negara telah menyepakati dilakukannya sejumlah forum menyikapi persoalan yang sering melanda hubungan Indonesia-Malaysia.

"Seperti Annual Concultation, setiap tahun kedua pemimpin bertemu untuk membahas apa saja, mulai dari strategik sampai isu-isu yang berkembang di publik," kata Da'i.

Salah satu bentuk annual concultation, lanjut mantan Kapolri ini, seperti EPG yang telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi terkait masalah sosial dan budaya.

"Tinggal kita lihat saja bagaimana implementasi dari rekomendasi tersebut," pungkas Da'i. (rmd/irw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini