"Kalau dipilih saya siap, kalau tidak dipilih saya siap. Tapi jangan ditulis saya tidak siap tidak dipilih," kata Menkes usai buka puasa bersama di rumah dinasnya, Jl Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (8/9/2009).
"Saya tidak bisa bilang berharap atau tidak. Semuanya terserah kepada Pak SBY," ujar dia saat ditanya apakah tetap menyimpan harapan untuk menjadi menkes.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waktu itu dicari orang Muhammadiyah sebagai menkes. Karena latar belakang saya orang Muhammadiyah akhirnya saya yang terpilih. Tapi setahu saya, Pak Din Syamsuddin (Ketua Umum PP Muhammadiyah) tidak mencalonkan saya menjadi menteri," cetusnya.
Ditambahkan dia, siapapun nantinya yang menjadi menkes di kabinet pemerintahan SBY-Boediono, dia berharap program revolusionernya diteruskan. Program tersebut yakni Jaminan Kesehatan Masyarakat atau Jamkesmas.
"Jamkesmas ini berupa pemerintah memberi hak kepada rakyat dalam hal kesehatan. Semua saja tanpa pandang bulu itu harus mendapatkan kesehatan, karena itu adalah hak asasi," pungkas Siti.
(irw/ddt)











































