Demikian Atase Perdagangan KBRI Paris Hari Prawoko kepada detikcom hari ini, Selasa (8/9/2009), mengatakan.
Empat perancang Indonesia yaitu Hamy Budi Winarko, Danny Agung Wirawan, Priyo Oktaviano, dan Adi Teguh Prabawa unjuk keunggulan pada Peragaan Busana dalam pameran Pret-a-Porter yang digelar di Porte de Versailles, Paris, 4-7/9/2009.
Mereka menampilkan 24 koleksi busana bercirikan pakaian tradisional dan bermotif batik serta tenun. Peragaan karya mereka terselenggara berkat kerjasama dengan Departemen Perdagangan (BPEN) dan KBRI Paris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain peragaan busana, Indonesia juga mengikuti pameran, diwakili oleh Batik Ozzy, La Mentique Besurek (Fasha), Ali Kharisma, Cita Tenun Indonesia dan Inline Batik. Partisipasi ini terselenggara berkat kerjasama dengan Departemen Perindustrian (Ditjen Industri Kecil dan Menengah).
Pameran Pret-a-Porter ini terbagi dalam tema sesuai dengan karakteristik mode yaitu So Sweet, yang memamerkan pakaian jadi bagi pemilik large sizes (postur besar, red). So Ethic, memamerkan pakaian jadi bercirikan tradisional, yang dimodifikasi menjadi adi busana.
Kemudian Go Easy, khusus untuk pakaian dengan produksi massal sehingga harganya terjangkau. Sedangkan Go Magic untuk mode yang akan menjadi referensi dan merek-merek dengan pengakuan internasional.
"Indonesia memamerkan pakaian dengan motif tradisional berupa tenun dan batik, yang dirancang menjadi pakaian adi busana dan ditempatkan dalam tema Go Magic," demikian Hari.
Pameran Pret-a-Porter ini diselenggarakan 2 kali dalam setahun yaitu di Januari untuk mode musim gugur dan dingin dan September untuk mode musim semi dan panas.
Pada pameran sebelumnya tercatat jumlah pengunjung mencapai 44.000 orang, berasal dari berbagai belahan dunia antara lain negara-negara Uni Eropa (UE), Asia, Amerika Selatan, Amerika Utara, dan Eropa non UE. (es/es)











































