Ayudiah Selebritis Kecil di RS Sofa Marwa

4 Bulan Tak Boleh Pulang

Ayudiah Selebritis Kecil di RS Sofa Marwa

- detikNews
Selasa, 08 Sep 2009 16:45 WIB
Jakarta - Suharyani dan bayinya, Ayudiah Meiviana, sudah 4 bulan terpaksa tinggal di RS Sofa Marwa. Suharyani tidak mampu membayar ongkos persalinan. Meski demikian, ia berusaha ceria. Ada saja guyonan dilontarkan untuk menghibur diri.

Bagi Suharyani, hanya melihat wajah si kecil, semua masalah pembiayaan rumah sakit seperti hilang seketika.

"Ehh ada selebritis kecil neh," kata Suharyani kepada anaknya saat wartawan memasuki ruang Bougenville lantai 2 RS Sofa Marwa, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Selasa (8/9/2009).

Berbeda dengan suami Suharyani, Aryo Bimo. Aryo tampak lusuh. Aryo yang sudah kemana-kemana mencari biaya persalinan ini terlihat terus memikirkan biaya persalinan.

"Masuk tanggal 5 Mei. Sudah 4 bulan di sini. Total biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 20 juta. Itu sudah termasuk operasi dan biaya lainnya," ujar Aryo.

Suharyani melahirkan Ayudiah dalam kondisi prematur dengan berat hanya 1,9 kg dan panjang 42 cm.

Aryo mengaku saat ini dirinya tidak mempunyai kerjaan. Aryo juga sudah berusaha meminta bantuan orangtua dan bank. Namun dari pihak bank ada beberapa persyaratan yang tidak bisa dipenuhinya.

"Saya sadar kewajiban untuk membayar. Ada keringanan 7 hari dari rumah sakit untuk tidak kena charge. Kita juga dapat pelayanan yang baik," ungkapnya.

Menurut Aryo, pihak rumah sakit sudah cukup baik dengan masih memberikan pelayanan yang baik. Ada komitmen antara dirinya dengan rumah sakit untuk membayar. "Kita komunikasi lancar. Bahkan dikasih saran dan solusi," tegasnya.

Sementara itu, pasien lainnya yang tidak mampu membayar biaya rumah sakit, Santi (27) mengaku sudah 2 minggu berada di rumah sakit yang sama. Santi melahirkan seorang anak laki-laki bernama Syahrul Gunawan. Syahrul merupakan anak kedua dari suaminya Yudi Wijaya (48).

"Sudah 2 minggu karena nggak ada biaya kita nggak bisa pulang," kata Santi.

Menurut Santi, suaminya sudah berusaha menutupi biaya persalinan tersebut. Namun sebagai pemulung, suaminya tidak bisa memenuhi total biaya Rp 7 juta.

Kini Suharyani dan Santi berada dalam ruangan yang sama. Makan dan minum Suharyani dan Santi sudah termasuk dalam ongkos biaya perawatan rumah sakit.

Salah satu perawat RS yang enggan disebutkan namanya mengatakan, hubungan rumah sakit dengan kedua pasien baik-baik saja. Sebelum kasus ini, memang ada pasien yang diringankan biaya perawatannya. Pasien tersebut hanya meninggalkan KTP. Namun setelah pulang, pasien tersebut tidak kunjung kembali lagi.

"Kita sebagai rumah sakit swasta nggak mau merugi. Kita biarkan meninggalkan KTP atau dibiarkan pulang tapi mereka nggak kembali lagi. Kita sempat mengalami kerugian total Rp 100 juta," ungkapnya.

(gus/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads