"Tujuh pesawat Nomad lainnya yang kondisinya masih laik terbang diperintahkan oleh Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijanto untuk tidak dioperasionalkan untuk sementara waktu," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Iskandar Sitompul dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (8/9/2009).
9 Korban pesawat naas itu kini dievakuasi ke RS Tarakan. Sementara badan pesawat masih diupayakan untuk dievakuasi ke Pangkalan TNI AL (Lanal) Tarakan.
5 korban selamat sudah berada di Rumah Sakit TNI AL Tarakan untuk mendapatkan perawatan. Sementara 4 korban tewas dalam proses penyerahan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
"Seluruh biaya perawatan terhadap korban ditanggung oleh pihak TNI Angkatan Laut dan bahkan kepada pihak korban yang meninggal dunia akan diberikan santunan," ujar Iskandar.
Keempat korban tewas adalah Yakob Kayan (26), Muslimin, Sri Hardi (33) dan Fikri. Korban selamat yakni tiga orang awak pesawat yaitu pilot Lettu Laut (P) Erwin, kopilot Lettu Laut (P) Syaiful dan teknisi Serma SAA Sodikin, dua orang sipil, Muhib (24) dan Muhaimin (27).
Pesawat Nomad P 837 TNI AL terbang dari Tarakan, Kalimantan Timur, Senin (7/9) sekitar pukul 11.00 WITA untuk melakukan patroli maritim di Bandara Long Apung. Pukul 13.00 WITA, tower di Tarakan menerima laporan ada gangguan mesin dari pesawat. Pesawat kemudian hilang kontak dan diketahui jatuh di Sungai Sukun Mentadan, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur.
(Rez/nrl)











































