Para korban Lapindo itu 'menumpang' aksi unjuk rasa Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) Jateng. Selain membawa spanduk dan poster, empat pendemo melumuri tubuhnya dengan cat dengan harapan bisa menarik perhatian.
Aksi diawali dari Bundaran Air Mancur, Jl. Pahlawan Semarang, dilanjtukan dengan long march ke kantor DRPD Jateng yang jaraknya hanya 50 meter. Di sana, pendemo berorasi bergantian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Legiman menambahkan, saat ini korban lumpur Lapindo genap 3,4 tahun mengalami efek semburan lumpur. "Kami minta dukungan karena masih menderita hingga kini," ungkapnya.
Sementara, dalam orasinya sejumlah pendemo lainnya berkampanye tentang pejabat bersih. Termasuk soal penolakan terhadap Aburizal Bakrie alias Ical, baik di Golkar maupun pemerintahan.
Dua anggota DPRD Jateng yang baru dilantik 3 September lalu, M Haris (PKS) dan Bambang Eko Purnomo (Demokrat). Keduanya mengaku siap menyampaikan aspirasi pendemo.
Aksi berlangsung tertib dan berakhir pukul 11.20 WIB. Puluhan polisi menjaga ketat aksi yang diikuti sekitar 75 orang itu.
(djo/djo)










































