"Kalau pesawat jatuh karena human error masih bisa dimaklumi tapi kalau karena kesalahan teknis berarti audit alutsista hanya lips service saja," ujar Yuddy kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa(8/9/2009).
Yuddy menuding pihak yang bersalah adalah penanggungjawab audit alutsista TNI. Menurut dia seharusnya tidak terjadi kecelakaan serupa.
"Yang salah adalah pihak TNI yang bertanggungjawab atas audit alutsista.
Kalau sudah diaudit kan harusnya tidak terulang," ungkap salah satu kandidat ketua umum Partai Golkar ini.
Kejadian ini, menurut Yuddy, seharusnya tidak terjadi. Kerugian terlalu banyak dari segi pasukan tempur maupun dari sedi peralatan tempur.
"Personil TNI sudah disiapkan berlama-lama dididik bertahun-tahun sia-sia
saja meninggal karena jatuh. Kalau sudah begini kita kehilangan SDM dan
peralatan tempur," keluh Yuddy.
Padahal, menurut doktor ilmu politik jebolan UI ini, Komisi I DPR terus menekankan audit alutsista.
"Kami selalu mendesak audit alutsista sejak jatuh pesawat beberapa saat lalu," tandasnya.
(van/Rez)











































