"Dulu Munir dibunuh di udara. Seperti inilah," seru Choirul Anam, salah satu koordinator aksi dari Kontras sambil menunjuk balon-balon tersebut di Bundaran HI, Jakarta, Senin (7/9/2009).
Aksi singkat sekitar 30 menit itu merupakan kelanjutan demo mereka di Kejaksaan Agung. Ratusan orang langsung turun dari kendaraannya dan memegang balon masing-masing. Saat bersamaan, balon-balon itu dilepas dan menarik perhatian pengendara yang melintas di Bundaran HI.
Alhasil, arus kendaraan dari arah Sudirman menuju Thamrin sempat tersendat. Terlebih aksi ini bersamaan dengan arus kendaraan pulang kantor yang menjadikan lalu-lintas makin merambat.
Usai melakukan aksinya, massa beriringan menuju Tugu Proklamasi. Mereka akan mengakhiri aksi di tugu tersebut dengan agenda utama mendesak Kejagung mengajukan peninjauan kembali (PK) untuk bebasnya Muchdi PR.
(Ari/sho)











































