Demikian penjelasan Presiden SBY tentang berita yang menyebut dirinya menolak tawaran bantuan dari pihak internasional. Ini disampaikannya saat membuka ratas penanganan gempa di Istana Bogor, Senin (7/9/2009).
"Banyak hal yang sebetulnya gamblang sekali masalahnya terus kok tiba-tiba seperti menjadi tidak gamblang. Mari kita belajar menyederhanakan masalah, bisa keliru nanti," ujar SBY.
Sebelumnya oleh SBY dipaparkan petikan wawancara dengan BBC saat meninjau lokasi bencana di desa Pamayoman, Cianjur. Kepadanya kala itu ditanyakan apakah Pemerintah RI akan meminta dunia untuk memberi bantuan dalam upaya menangani bencana.
Sebab ada kalanya seorang Kepala Negara atau Kepala Pemerintahan meminta dunia untuk membantu negaranya yang sedang ditimpa bencana alam sangat besar. Baik itu bantuan untuk proses tanggap darurat maupun rehabilitasi dan rekontruksi pasca bencana.
"Pada titik sekarang ini Pemerintah Indonesia dapat mengatasi dengan memobilisasi sumberdaya yang kami miliki, baik sumber daya daerah maupun nasional. Yang kami lakukan sekarang adalah prosesย tanggap darurat untuk menyelamatkan lebih banyak jiwa dan langkah-langkah berkaitan dengan itu," kata SBY mengulangi jawabannya saat itu.
Atas munculnya pemberitaan di media massa yang menyebut Indonesia menolak bantuan asing, Presiden SBY minta agar jajarannya memberikan penjelasan kepada publik. Dia juga mendorong semangat para petugas dan Tim SAR di lapangan untuk tidak surut menghadapi berbagai komentar yang bernada menyudutkan.
"Di daerah bahkan negara mana pun selalu ada masalah dan tantangan, itu normal. Kalau ada komentar sana dan sini, itu biasa. Yang penting itu jangan menghalangi kita berbuat yang terbaik bagi rakyat hingga tahap rehabilitasi dan rekontruksi pasca bencana," ujar SBY.
(lh/sho)











































