"Memang ada keterlambatan dari segi bantuan karena jaraknya cukup jauh, medannya juga berat," kata Humas Pemkab Tasikmalaya Iwa Koswaya saat ditemui di kantornya, Senin (7/9/2009).
Daerah yang paling sulit dijangkau, kata Iwa, adalah kecamatan Bojong Gambir. Letaknya yang berjarak 90 km dari pusat Kota Tasikmalaya membuat distribusi bantuan tidak bisa cepat diberikan.
Padahal, lanjut Iwa, kerusakan di wilayah tersebut cukup parah. "Jumlahnya mencapai ratusan rumah, karena posisinya yang berada di tebing," imbuhnya.
Biaya operasional dalam proses distribusi bantuan juga menjadi hambatan. "Ongkosnya tidak murah," tutupnya.
Sebelumnya, warga yang letaknya jauh dari pusat kota Tasikmalaya mengeluhkan bantuan yang tidak merata. Distribusi bantuan selama ini hanya terkesan lebih difokuskan pada daerah yang letaknya dekat seperti Cigalontang dan Cisayong.
(mad/sho)











































